14 Kecamatan Bakal Punya Koperasi

73
FOTO : NET
Ilustrasi
Advertisement

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DK-UKM) Kabupaten Musi Rawas (Mura), memastikan bahwasannya di tahun ini akan memfasilitasi pendirian lima koperasi wanita atau Koperasi Tim Penggerak PKK Kecamatan. Dengan begitu tahun 2019 ini 14 kecamatan dalam Kabupaten Mura bakal memiliki koperasi sendiri.

Kepala DK-UKM Mura H Yamin Pabli, melalui Kabid Kelembagaan Koperasi Junaidi mengatakan bahwa untuk 13 koperasi ini sudah masuk dalam perencanaan kegiatan tahun anggaran 2019.

“Kalau pengajuan pendirian koperasi baru dari masyarakat maupun Desa sampai saat ini belum ada. Tapi perencanaan sudah ada, kita akan memfasilitasi pendirian lima koperasi wanita di Mura,”jelas Junaidi kepada Harian Silampari, Jum’at (10/5).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, lima Kecamatan yang akan mendirikan koperasi wanita tersebut yakni, Kecamatan Jayaloka, Muara Kelingi, Purwodadi, BTS Ulu dan Kecamatan Tugumulyo. Dimana fasilisi pendirian koperasi wanita sudah berjalan ditahun-tahun sebelumnya sejak 2017 lalu.

“Untuk di Kecamatan Tugumulyo, informasinya sudah ada. Tapi kita akan cek dulu untuk memastikannya. Kalaupun memang sudah ada buat apa kita dirikan yang baru, tapi harusnya kita fungsikan dan hidupkan kembali,”terangnya.

Menurutnya, di tahun 2017 pihaknya juga sudah memfasilitasi pendirian koperasi wanita di empat Kecamatan dan dan satu Kabupaten dan di 2018 juga lima kecamatan. Sehingga, untuk di tahun ini lima koperasi lagi, maka seluruh kecamatan sudah memiliki koperasi wanita.

“Dalam hal ini kita hanya sebatas memfasilitasi saja dan sebatas melengkapi sarat-sarat yang harus dipenuhi,”bebernya.

Selain itu, untuk prosesnya sama halnya dengan pendirian koperasi pada umumnya. Pertama melalui surat pengajuan, dan melengkapi syarat yang kemudian akan diajukan atau dikirim ke notaris untuk pembuatan Aktanya.

“Setelah itu kepengurusan badan hukum langsung ke Kementrian koperasi yang dilakukan oleh notaris itu sendiri. Selanjutnya pihak Kecamatan atau pengaju langsung berkoordinasi dengan notaris tersebut. Kita tidak terlibat lagi dan hanya sebatas itu saja,”paparnya.

Mengenai tujuan pendirian koperasi wanita di setiap Kecamatan tersebut. Maka dirinya mengakui untuk memberikan wadah bagi masyarakat sekitar baik untuk simpan pinjam maupun tempat pemasaran produk olehan rumah tangga.

“Kalau kepengurusannya kembali ke Kecamatan tersebut, mungkin saja akan di kelola Ketua dan pengurus TP PKK Kecamatan, Desa dan kelurahan serta melibatkan masyarakat. Kemudian harapannya, dapat menggerakkan serta peningkatan ekonomi masyarakat Desa,”pungkasnya. (HS-03)