Money Politik Momok Menakutkan

110
Advertisement

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU– Pengamat politik M Fadillah Harnawansyah mengatakan money politik (politik uang) menjadi momok dalam setiap pesta demokrasi pemilihan DPR dan kepala daerah.

Bahkan juga menjadi permasalahan yang mesti dihadapi para peserta pemilu, dalam hal ini para calon legislative, karena money politik sudah menjadi akar persepsi yang ada dalam benak pemilih.

Walaupun begitu, tidak semua politik uang menjadi alasan pemilih untuk memilih, ada juga faktor memilih berdasarkan hubungan sosialogis(Keluarga/rekan kerja).

“Ada juga loh pemilih rasional berdasarkan penilaian program kerja. Nah Pemilih seperti ini untuk daerah perkotaan bisa diangka 40 persen sedangkan di daerah kabupaten sekitar 30 persen,”kata Fadillah.

Melihat, angka persenan pemilih rasional tersebut cukup lumayan tinggi, maka para peserta pemilu , mesti pandai-pandai dalam menciptakan strategi menarik simpati pemilih. “Kalau sosialisasi dan strateginya bagus, maka pemilih rasional dan sosialogis bisa tertarik untuk pemilih,”terangnya.

Masih kata Fadillah, strategi yang baik, akan memberikan dampak lebih efisiennya dalam penggunaan cosh politics yang dikeluarkan. Minimalisir money politik itu sendiri bisa ditekan dengan cara kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat dan penyelenggara termasuk pemerintah daerah.

Namun sebaliknya bila money politics tidak terkendali secara maksimal maka yang berkuasa nantinya adalah legislator yang memiliki modal dana kuat atau kaum oligarkhi, sehingga indeks demokrasi akan semakin menjadi rendah.

“Semua lapisan masyarakat, strakholder punya peran dalam mencerdaskan kehidupan demokrasi dalam Pemilu 2019 nanti,”pungkasnya.(HS-02)