Satu Untuk Semua

175 Hektar Kawasan Hutan Dirambah “Pak Tua”

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Setidaknya 175 hektar lahan yang ada di kawasan hutan yang berada di Kecamatan BTS Ulu telah dirambah oleh “Pak Tua” atau Arsad Hutapea. Sehingga, dengan kondisi tersebut membuat tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) turun kelapangan setelah adanya laporan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura).

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Mura, EC Priskodesi mengatakan, bahwa beberapa waktu yang lalu pihaknya telah melaporkan kepada Kementrian LHK terkait adanya praktek perambahan kawasan hutan yang dilakukan oleh Pak Tua.

“Untuk laporan sudah lama kita sampaikan dan kemarin tim Gakkum turun kelapangan mengecek lahan kawasan hutan yang telah dirambah Pak Tua,” jelas Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Musi Rawas (Mura), EC Priskodesi kepada Harian Silampari, Kamis (9/8) diruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa untuk lahan kawasan hutan yang telah dirambah dan sudah dipanen oleh Pak Tua kurang lebih mencapai 150 Hektar (Ha) dari luasan lahan yang dibuka sebanyak 175 Ha. “Adanya nomenklatur pembubaran Dinas Kehutanan (Dishut) Mura maka untuk penanganan perambahan kawasan hutan diambil alih langsung Kementrian LHK,” terangnya.

Menurutnya, tim Gakkum Kementrian LHK didampingi bagian Tata Pemerintahan (Tapem) di lokasi lahan hutan kawasan yang telah digusur kurang lebih 30 Ha. “Lahan tersebut sudah dibuka dan dibakar yang rencananya lahan tersebut mau ditanam sawit oleh Arsad Hutapea Pak Tua,” bebernya.

Terlepas dari itu, pihaknya berharap agar tim Gakum menindak lanjuti praktek perambahan kawasan hutan ke pidana sesuai dengan undan-undang dan peraturan Kehutanan serta harus tegas. Jangan sampai takut menghadapi Pak Tua yang telah merambah hutan kawasan.

“Intinya Pemkab meminta tim Gakkum harus menindak tegas para perambah kawasan hutan. Sebab, masalah tersebut merupakan kewenangan Kementrian LHK,” pungkasnya. (HS-03)

Komentar
Loading...