31 TPS Rawan Konflik dan Money Politik

101
FOTO : BADRI/HARIAN SILAMPARI
TERANGKAN : Ketua Badan pengawasan pemilu kabupaten Rejang Lebong Dodi Hendra Supiarso, (sebelah kiri) komisioner Bawaslu Novfry Irianas, (sebelah kiri ) Yulia Maria dan (sebelah kanan) Komisioner Divisi Pengawasan Fatimah Siregar Bawaslu Provinsi Bengkulu menerangkan Tempat pemungutan suara rawan hasil pengawasan rapat umum dan penanganan pelanggaran, Sabtu (13/4)
Advertisement

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Mendekati Pemilu tanggal 17 April 2019, Bawaslu Rejang Lebong memetakan potensi kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).Hasilnya dari 806 TPS di 15 kecamatan se-kabupaten Rejang Lebong sebanyak 277 masuk kategori rawan dan 31 TPS rawan money politik (politik uang) serta konflik.

Dalam pemetaan ini ada 4 variabel dan 50 indikator. Pemetaan ini penting dilakukan mengingat pelanggaran Pemilu banyak terjadi di TPS,dan pemetaan TPS Rawan berpacu pada sumber data Pemilu sebelumnya. Hal ini tergambar dalam acara ekpos pemilu rawan hasil pengawasan rapat umum dan pelanggaran pemilu.

Dalam melakukan pemetaan kerawanan TPS terdapat beberapa variable penting yang digunakan. Pertama, pemetaan potensi kerawanan TPS dilihat dari penggunaan hak pilih.

“Dapat dilihat dari data pemilih DPT dan DPK dalam TPS Selain itu juga fokus pengawasan berkenaan dengan TPS yang dekat dengan rumah sakit,caleg dan tim kampanye,” kata ketua Bawaslu Rejang Lebong Dodi Hendra Supiarso.

Kedua, juga menjadi fokus perhatian dalam pemetaan adalah netralitas dari penyelenggara. Jika terdapat kecenderungan mendukung terhadap salah satu kontestan peserta Pemilu maka disebut TPS rawan.

Penyelenggara itu harus netral baik KPU maupun Bawaslu itu sendiri, jika terdapat indikasi mendukung salah satu paslon, maka bisa identifikasi sebagai TPS yang rawan.

Ketiga, TPS yang rawan akan keterlibatan ASN yang berafiliasi ke parpol untuk ikut berkampanye mengarahkan masyarakat untuk memilih partai tertentu. Selain itu, identifikasi lokasi TPS rawan juga mempertimbangkan dekat tidaknya dengan posko pemenangan salah satu kontestan dalam Pemilu.

” Setiap TPS hanya 1 orang dan juga melakukan pengawasan masa tenang, detik-detik rawan seperti money politik atau pelanggaran lainnya untuk tindakan lain dalam meraup suara,” sambungnya.

Sementara itu, Komisioner Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Bengkulu Fatimah Siregar mengatakan bahwa angka kerawanan di kabupaten Rejang Lebong termasuk berpotensi tinggi kerawanan seperti contoh Pada fariable kontestasi calegnya menyumbang kerawanan sangat tinggi 85,17 persen.

” 277 TPS yang dinyatakan rawan 31 TPS rawan konflik, isi sara dan money politik sehingga memang harus mendapat perhatian,” katanya.

Kemarin, kata dia melakukan sosialisasi dengan materi kerawan TPS di kecamatan Binduriang menyampaikan supaya pihak keamanan lebih ketat dalam melakukan pengamanan dan berkaca pada pemilu sebelumnya.

“Jadi tolak politik uang datang TPS dengan penuh kesadaran kejujuran dan pilihlah calon yang jujur,” kata Fatima

Indek 52,28 persen pada variable penyelanggra pemilu sambung Fatima banyak tidak netral inilah bahaya mempengaruhi si pemilih kami pastikan pengawas TPS penyelenggara harus netral dan saksi sama-sama mengawasi netral atau tidak penyelenggara yang bebas dan adil.

” Mari sama-sama kita minimalisir pemetaan kerawanan ini semaksimal mungkin kita awali antisipasi pelanggaran -pelanggaran pemilu sehingga pelanggaran ini tidak terjadi,” pungkasnya.(HS-06)