5.182 Jargas RT Diresmikan

    48
    FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI
    Pemotongan pita
    Advertisement

    #Bupati Mura; Mempercepat Kesejahteraan Daerah Dari Kemiskinan

    Silampari Online,

    Bertempat di Desa Rantau Ali Kecamatan Sukakarya, Jum’at (15/3) Pemanfaatan jaringan gas (jargas) untuk masyarakat semakin berkembang di wilayah Sumatera oleh Pertamina melalui PT Pertamina Gas, anak usaha subholding gas PT Perusahaan Negara Tbk jargas rumah tangga di wilayah Sumatera secara resmi beroperasi di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Dimana, dengan beroperasinya jargas ini disamping biaya lebih murah dibandingkan gas elpiji 3 Kilogram tentunya mendukung percepatan kesejahteraan masyarakat dari kemiskinan.

    Peresmian jargas RT ditandai dengan pemotongan pita oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Ditjen Migas, Alimuddin Baso didampingi Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan, Anggota Komisi VII DPR RI Nazarudin Kiemas, Prof. Dr. Ir. Binarko Santoso dan Direktur Utama PT Pertagas Niaga Linda Sunarti serta disaksikan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa (Kades) dan masyarakat setempat.

    Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Ditjen Migas, Alimuddin Baso mengatakan, kedatanganya untuk meresmikan 5.182 Sambungan Rumah Tangga (SR). Dimana, peresmian ini merupakan pengaliran gas perdana untuk memastikan bahwa fungsi-fungsi utama pipa yang dibangun telah dilakukan tes keujungnya dan salah satu bukti di regulator sektor telah terjadi perubahan dari 3 bar menjadi 0,2 bar lalu masuk kerumah sudah menyala.

    “Jargas RT di Mura ini merupakan program tahun 2018 hingga satu bulan di tahun 2019 yakni sampai ke sambungan kompor. Sebab, ada pekerjaan yang disampaikan oleh pertamina bahwa proses kompornya butuh waktu 4 bulan dan lebih cepat lebih bagus karena mengkonfirmasi ke rumah-rumah,”jelas Alimuddin.

    Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa pengoperasian jargas RT ini tidak lepas dari Bupati Mura, H Hendra Gunawan yang memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. Bahkan, dalam perhitungan RT ada faktor amalnya yakni dipastikan harganya lebih murah dari gas 3 Kg dengan tarif Rp4250/meter kubik atau terjadi penurunan Rp11 dari tarif awal.

    “Bila dalam satu Kepala Keluarga (KK) ada dua anak cukup menggunakan 10 meter kubik atau rata-rata satu tabung hanya Rp17 ribu,”terangnya.

    Kemudian kalau untuk pengamanan hal pertama yang diminta kepada kontraktor semua fasilitas harus memperhatikan shafty atau keamanan peralatan baik dari pipa, regulator harus diuji coba terlebih dahulu dengan standar-standar tekhnik yang ada. Bahkan, nantinya, ada konsultan asessment disamping ada satu tahun pemeliharaan.

    “Untuk tahun ini berdasarkan aspirasi dari Bupati bahwa kemungkinan akan ada penambahan 120 SR tentunya melihat dari sisa-sisa lelang yang ada,”bebernya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Pertagas Niaga Linda Sunarti menjelaskan, bahwa untuk menggunakan token dan ada sistem it untuk mengetahui penggunaan masing-masing untuk dilakukan penagihan. Bahkan, nantinya juga akan ada call center pertamina dan nantinya ditempatkan operator melayani peralatan jika ada kendala.

    Bupati Kabupaten Mura, H Hendra Gunawan mengakui, salah satu tugas Pemerintah membantu masyarakat dan proses ini sudah diperjuangan puluhan tahun yang lalu dan tentunya patut disyukuri usulan ini bisa terealisasi. Sebab, ia berharap daerah yang menjadi penghasil gas minimal bisa menikmati hasil ini. Namun, tentunya melalui proses dan ditahun 2018 bisa dimulai dan tahun ini bisa berlanjut dan kedepan bisa meningkat sesua usulan 20-30 ribu SR.

    “Intinya ini program prioritas Pemerintah dengan memanfaatkan gas kita sendiri disamping tidak memberatkan Pemerintah melalui elpiji. Sehingga, dengan adanya terobosan ini maka bisa menghemat APBN untuk membangun yang lain. Namun, terpenting ini harus dirawat dan dijaga bahwa mempercepat kesejahteraan dari kemiskinan daerah,”pungkasnya. (HS-03)