Satu Untuk Semua

9535 Hama Tikus Dibasmi

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Tanaman bersama dengan kelompok tani (Poktan) melakukan penggropyokan hama tikus di empat Desa. Hasilnya, sebanyak 9.535 ekor hama tikus berhasil dibasmi karena merusak tanaman padi petani.

Kepala UPT Perlindungan Tanaman (Perlitan) Pendi Afandi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang sifatnya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura dan satu Kecamatan satu kali diberikan penggropyokan.

“Untuk kegiatan ini merupakan agenda rutin yang kita lakukan bersama kelompok tani dalam penggropyokan hama tikus,” jelas Pendi kepada Harian Silampari, Rabu (16/5).

Lebih lanjut dijelaskannya, populasi hama tikus diakui sangat berpengaruh dalam merusak tanaman padi. Sehingga, dengan adanya kegiatan ini dapat meminimalisir hama tersebut. “Tanaman padi produksi maksimal tanpa adanya serangan hama tikus. Sehingga, dengan penggropyokan tentu akan meningkatkan produksi padi petani,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Purwodadi berhasil 9.535 ekor tikus dan tersebar di lahan persawahan empat Desa. Diantaranya, Kelurahan Purwodadi diikuti sebanyak delapan Poktan dengan luas lahan sawah 120 Ha, dengan hasil membasmi 2.197 ekor tikus, Desa Mardiharjo sebanyak sembilan Poktan dengan luas lahan 135 Ha dengan perolehakn 4.319 ekor tikus dan di Desa Kertosari sebanyak lima Poktan luas lahan 80 Ha dengan perolehan 933 ekor tikus.

“Untuk di Desa Rejosari diikuti sebanyak tujuh Poktan dengan luas lahan 112 Ha tikus dan perolehannya sebanyak 2.086 ekor tikus yang berhasil dibunuh,” bebernya.

Selain itu, dalam penggropyokan hama tikus tersebut Poktan juga diberikan intensif. Dimana, untuk besaran dihitung dari banyaknya tikus yang berhasil dibunuh dengan harga Rp1000/ekornya. “Artinya dari kegiatan ini kita wajib membayarnya sebesar Rp9.535.000 ribu. Untuk pembayarannya langsung ke rekening masing-masing ketua kelompok tani,” paparnya.

Terlepas dari itu, dengan diberikannya intensif tersebut dengan tujuan untuk memotivasi agar petani timbul animo semangat untuk melakukan pengendalian hama tikus. Sekaligus menyatukan gotong royong dan kebersamaan petani. “Kita berharap kedepan musim tanam berikutnya tanaman padi petani aman dari serangan hama tikus. Karena kegiatan ini pelaksaannya sebelum musim tanam,” ungkapnya.

Sementara itu, Turmijan (35) salah satu petani padi Desa Rejosari menyambut baik dengan adanya kegiatan ini. Sebab, disamping mengurangi hama tikus tentunya poktan yang ikut serta membasmi tikus menerima itensif.

“Pada dasarnya para masyarakat khususnya petani sangat terbantu dengan adanya kegiatan penggropyokan ini. Sebab, dengan begitu disatu sisi padi petani tidak terganggu dari hama tikus dan disisi lain produksinya akan meningkat,” pungkasnya. (HS-03)

Komentar
Loading...