Tiga Detik Antara Hidup dan Mati

3929
Advertisement

hariansilampari.co.id- Hari minggu lalu saya berangkat ke Cirebon untuk urusan pekerjaan. Saya sering sekali ke Cirebon dan biasanya antara naik kereta atau naik mobil. 5 hari sebelumnya saya sudah pesan tiket kereta untuk ke Cirebon dengan 2 rekan kantor. Namun hari sabtu entah kenapa saya merasa bingung hingga sempat beberapa kali bertanya ke istri saya enaknya naik kereta atau mobil ya? Padahal saya kalau keluar kota biasa memutuskan sendiri naik apa. Lalu sabtu malam saya putuskan naik mobil setir sendiri saja. Berangkatlah saya hari minggu pagi ke Cirebon dan menjalani kegiatan seperti biasa 2 hari tersebut.

Senin setelah menjalani rapat marathon sejak pagi akhirnya rapat selesai sekitar pukul 3 sore. Saya bergegas pamit pulang kepada yg lain karena saya sampaikan saya masih ada agenda lain. Lalu saya pulang dari Cirebon ke arah Jakarta melewati tol Cipali seperti biasa. Dengan cuaca mendung dan sedikit hujan rintik mulai turun. Setelah menempuh jarak sekitar 100km, saya mendekati Rest Area 102. Saya sempat berpikir ingin berhenti disana dan membeli secangkir kopi sambil istirahat sejenak. Namun mendekati area tersebut hujan turun sangat deras. Saya mengurungkan niat tersebut karena saya berpikir sulit juga untuk saya turun dari mobil dan membeli secangkir kopi ditengah hujan deras. Akhirnya saya memutuskan jalan terus.

Saya ingat saya mengambil lajur kiri dengan kecepatan rendah tidak lebih dari 70km/jam karena ingin mampir ke rest area, namun karena tidak jadi saya mulai menambah kecepatan. Saya ingat ada mobil di sebelah kanan saya dan posisi saya hampir berdampingan. Karena hujan deras dan visibility saya terbatas saya tidak bisa melihat kondisi jalan. Yg terlihat hanya percikan air dan aspal. Pada saat itu tiba2 saya merasakan genangan air di ban mobil saya dan percikan genangan air yg menutupi seluruh kaca depan sehingga saya tidak bisa melihat sama sekali. Refleks saya pertama adalah menekan rem. Dan pada saat saya menekan rem, setir mobil terasa bergetar sangat hebat dan setir berputar kekiri sendiri dengan sangat kuat dan terkunci. Ini yg dinamakan Aquaplanning atau Hydroplanning (setelah saya riset istilahnya). Saya berusaha membalikkan setir ke posisi lurus namun tidak berhasil dan pada saat itu saya merasakan mobil terbolak balik setidaknya saya merasakan saya berputar 2x (entah benar atau tidak).

Dalam keadaan tersebut yg tercetus di mulut saya hanya kata “Masya Allah, Ya Allah”. Namun dipikiran saya waktu seperti berhenti, suasana hening. Dan cerita tentang kisah hidup saya selama hidup seperti ditunjukkan kembali. Pikiran utama saya adalah ke anak dan istri saya. Saya melihat perjalanan saya selama 12 tahun pernikahan saya dengan Dewi Sulistiyabudi senyum dia dan anak anak. Dalam pikiran saya bertanya ya Allah bagaimana hidup mereka tanpa saya? Sudahkah saya memberikan bekal agama dan materi yang cukup untuk mereka? Akankah setelah saya mati mereka menjadi ladang pahala saya? Saya membayangkan ingin sekali memeluk mereka sekali lagi. Saya merasakan aura yg hangat seperti mereka benar benar memeluk saya.

Lalu pikiran saya beralih ke Ibu saya, jika saya mati siapa yang akan merawat Ibu saya?Adakah dosa saya kepada Ibu saya? Maukah Ibu saya memaafkan saya? Lalu banyak lagi flashback saya terhadap teman2 maupun rekan kerja. Sudahkah saya berguna untuk orang orang di sekitar saya? Dan terakhir saya berpikir ternyata seperti ini cara saya meninggal. Sambil berkata “Yaa Allah saya serahkan dan pasrahkan takdir saya kepadamu bagaimana cara saya mati”. Sungguh panjang waktu terasa selama masa krusial tersebut. Namun saya perkirakan kejadian tersebut tidak lebih dari 3 detik. 3 detik yg berbatasan antara hidup dan mati. Lalu saya seperti tersadar seperti ada dorongan dari dalam hati berkata lindungi kepalamu. Refleks tangan kanan saya angkat menutupi mata dan kepala. Dan saya rasakan pecahan2 kaca di tangan kanan saya. Hingga posisi mobil berhenti dalam posisi terbalik ke kanan. Posisi pintu supir dibawah dan saya tersadar dalam posisi miring. (sumeks.co)