Satu Untuk Semua

Ada 8 Ribu Ekor Babi Tersebar di Hutan Empat Lawang

□ Targetkan Pemusnahan 2 Ribu Ekor Babi

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang memprediksi ada sekitar 8 ribu ekor babi yang beredar di wilayah Empat Lawang. Karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, memprioritaskan pengendalian hama yang menjadi musuh utama para petani di kabupaten teraebut, menjadi program prioritas 2018 hingga tahun kedepan.

“Diperkirakan ada 8 ribuan hama babi yang tersebar di wilayah Empat Lawang. Hama babi menjadi program Dinas Pertanian untuk ditekan supaya bisa mensukseskan program Upaya Khusus (Upsus) Pajale,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang, Drs Hamdan kepada wartawan, Rabu (12/9).

Dikatakan Hamdan, kendala di tengah masyarakat saat ini tidak lain masalah hama sebab Dinas Pertanian telah menyediakan bibit namun kalangan masyarakat menilai banyak sekali hambatan setiap bercocok tanam, salah satunya masalah hama babi.

“Maka itulah program kita kedepan sesuai dengan agenda akan melakukan sosialisasi ke tiap kecamatan untuk menekan populasi babi dengan membentuk RPHB (Regu pemberantasan Hama Babi) karena hama satu termasuk menjadi kendala dan hambatan masyarakat setiap kali hendak membuka lahan,” imbuhnya.

Untuk membuat respon atau penyemangat masyarakat di tiap kecamatan lanjut Hamdan, setiap babi yang didapat hasil buruan tersebut akan dihargai oleh dinas pertanian seharga Rp50 ribu dengan melampirkan bukti ekor babi yang telah diburu.

Namun menurut Hamdan, apabila ada dari kelompok berburu yang ingin menjual hasil tangkapnya kepada pengumpul daging babi, silakan saja karena dirinya mengakui masih ada orang siap menampung daging bagi apalagi babi hasil buruan.

“Satu ekor babi kita harga Rp50 ribu, buktinya ekor babi tersebut dipotong dilaporkan kepada kita (Dinas Pertanian), nanti penyerahan uang insentif dengan menyerahkan ekor babinya disaksikan oleh semua pihak agar lebih transparan,” jelasnya.

Untuk tahap awal dikatakan Hamdan, Dinas Pertanian mentargetkan 2 ribu ekor babi, sebenarnya bukan hanya Hama Babi yang menjadi kendala maupun hambatan dalam bercocok tanam melainkan monyet juga jadi kendala hanya saja saat ini lebih konsen terhadap babi.

“Monyet itu sendiri sebenarnya termasuk hama juga tapi saat kita fokus dulu terhadap hama babi karena ini sudah menjadi kendala setiap kali menemui petani,” imbuhnya.

Berdasarkan survei ditambahkan Hamdan, sebenarnya masih banyak lahan tidur di wilayah Kecamatan Kabupaten Empat Lawang ini namun setiap kali masyarakat membuka lahan kendala utama ada hama babi karena setiap membuka lahan masyarakat ingin kandang keliling supaya hasil tanamannya aman dari hama.

“Kendala itulah yang membuat lahan tidur di Empat Lawang. Karena kita siap bibit jagung namun masyarakatnya selalu bertanya bagaimana hama sehingga butuh pagar, maka dengan inilah kita tekan hama babi,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Ulu Musi, Suharlan menuturkan, untuk wilayah Kecamatan Ulu Musi ada satu desa yang aktif yakni Desa Padang Tepong bahkan sudah berjalan dan menyebar berburu babi. Suharlan sendiri menilai program dari Dinas Pertanian tersebut sangat baik karena secara langsung membantu para petani di desa karena tiap kali hambatan para petani adalah hama.

“Kalau program Dinas Pertanian dijalankan, saya rasa didukung oleh semua desa terutama di Kecamatan Ulu Musi sudah aktif di Desa Padang Tepong berburu hama babi,” ujarnya. (HS-05)

Komentar
Loading...