Satu Untuk Semua

Ajak Masyarakat Berinovasi Pengembangan Disektor Perkebunan

#HUT Perkebunan Ke-61 Mura Sukses

18

Silampari Online,

Bertempat di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Kamis (6/11) Dinas Perkebunan menggelar acara Hari Ulang Tahun (HUT) Perkebunan Ke-61. Dimana, kegiatan yang mengangkat tema “Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan” mengajak masyarakat berinovasi dengan mengembangkan komunitas tanaman jangka pendek untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat disamping perkebunan karet dan sawit.

Acara HUT Perkebunan Ke-61 yang dihadiri langsung Bupati Mura, H Hendra Gunawan, Kepala Dinas Perkebunan, Subardi, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah perusahaan, Camat, Kepala Desa (Kades), kelompok tani diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Pembacaan Puisi, penyerahan bantuan dan sertifikasi serta ditutup dengan pemotongan tumpeng.

Kepala Disbun Kabupaten Mura, Subardi mengatakan, bahwa selama ini pihaknya telah berupaya dalam membantu petani khususnya pembudidayaan sektor perkebunan baik kelapa sawit maupun karet yang menjadi komoditi andalan masyarakat di Bumi Lan Serasan Sekentenan.

“Untuk sektor perkebunan kelapa sawit kami telah berupaya menjalankan beberapa program baik meningkatkan hasil sawit kendati harga Tandan Buah Segar (TBS) mengalami penurunan,”jelas Subardi.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, disamping perkebunan sawit. Pihaknya juga gencar melaksanakan program peremajaan karet. Namun, ia meminta agar petani dapat memproduksi karet bersih dengan kadar kering yang tinggi agar mampu bersaing dipasaran.

“Untuk karet bersih dengan kadar kering 75-80 persen harga jualnya sebesar Rp10.500. Namun, tantangannya sebagian besar karet di petani Mura masih kotor dengan kadar kering 40-45 persen dan membuat harga jualnya murah,”terangnya.

Menurutnya, dengan kondisi harga karet dan sawit yang kurang bersahabat maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Disbun mengajak petani mengembangkan komunitas perkebunan jangka pendek diantaranya kakau atau coklat, tebu, sere wangi.

“Diharapkan dengan adanya pengembangan komunitas tanaman jangka pendek ini maka dapat menunjang penghasilan tambahan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,”harapnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Mura, H Hendra Gunawan menjelaskan, kembali di bulan Desember ini Pemkab Mura melalui Disbun Mura merayakan HUT Perkebunan Ke-61 ditengah harga jual penghasilan perkebunan karet dan sawit yang kurang membahagiakan. Namun, kendati begitu bukan berarti membuat semuanya utamanya berputus asa melainkan terus bekerja, berinovasi dan berkreatifitas.

“Banyak produk-produk hilirisasi yang bisa menghasilkan dan akan terus kita cari bagiamana alam ini bisa kita kelola sebagai komunitas unggulan seperti yang telah diterapkan yakni tebu, kakao dan serei wangi maupun lainnya,”tutur Hendra.

Terlepas dari itu, pejabat nomor satu di Bumi Lan Serasan Sekentenan ini mengajak masyarakat untuk tidak menggantungkan hidup dengan sektor perkebunan karet saja. Melainkan, banyak yang bisa ditanam dan dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) di Mura.

“Saya juga menghimbau kepada masyarakat khususnya petani karet kalau memang ingin bersaing mari kita perbaiki kualitas karet bersih agar harga jualnya bisa mahal disamping berinovasi disektor perkebunan,”pungkasnya. (HS-03)

Komentar
Loading...