Satu Untuk Semua

Aktivitas PT Triaryani Sempat Lumpuh

*Wabup Bujuk para Security Membuka Portal

184

Silampari Online,

MURATARA – Aktivitas perusahaan tambang batu bara PT Triaryani di Dusun V Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) lumpuh selama dua hari sejak Jumat (30/11) hingga Sabtu (2/12).

Pasalnya, operasional perusahaan PT Triaryani ditutup paksa oleh sejumlah security yang bekerja di perusahaan tersebut karena mereka menuntut haknya agar dipenuhi oleh pihak perusahaan tempat mereka bekerja.

Sebelumnya, sebanyak 22 security yang berada di bawah naungan PT Satria Hasti Guna (SHG) sebagai unit dari PT Triaryani tersebut sudah menggelar audiensi bersama anggota Komisi I DPRD Kabupaten Muratara di Muara Rupit.

Namun dari audiensi yang digelar pada Kamis (29/11) itu tidak membuahkan hasil karena dari pihak perusahaan baik PT Triaryani maupun PT SHG tidak ada yang hadir, sehingga membuat para security melakukan demonstrasi.

“Kami hanya menuntut hak kami yang sudah menjadi kewajiban perusahaan, selama ini kami diam saja, tapi lama kelamaan perusahaan ini semena-mena terhadap kami putra daerah di sini,” tegas salah seorang security, Yufrans.

Menurut security lainnya, Demitra mengatakan, dirinya bersama teman-temannya yang lain sudah bekerja lebih dari lima tahun di perusahaan sub kontak (subkon) PT Triaryani, namun tak kunjung diangkat menjadi karyawan tetap.

“Sudah lima tahun lebih kami menjadi pekerja kontrak, tapi kami selalu dioutsourcing, sudah tiga kali ganti perusahaan subkon, mulai dari PT TOSS, PT SSI dan sekarang PT SHG, begini-begini terus kami,” keluhnya.

Oleh sebab itu, para security menolak adanya outsourcing kedepannya, mereka ingin segera diangkat menjadi karyawan tetap di PT Triaryani. “Kami security di sini tidak banyak, cuma ada 22 orang, masa tidak bisa diangkat,” ujarnya.

Adapun yang menjadi tuntutan para security diantaranya masalah kebijakan outsourcing, masalah gaji yang tidak sesuai dengan upah minimum kabupaten, masalah BPJS kesehatan dan tenaga kerja, serta sejumlah permasalahan lainnya.

Setelah ditutup paksa selama dua hari, akhirnya aktivitas perusahaan PT Triaryani beroperasi kembali setelah Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni turun langsung untuk membujuk para security yang melakukan demonstrasi.

Dari hasil pertemuan mediasi pada Sabtu (1/12) antara Wakil Bupati Muratara dengan seluruh security serta pihak manajemen PT Triaryani dan PT SHG, alhasil melahirkan kesepakatan yang tertuang dalam enam poin dan sudah ditandatangani semua pihak.

Keenam poin itu antara lain, kesepakatan pembayaran gaji sesuai dengan UMK Kabupaten Muratara sebesar Rp 2.725.000,- sehingga kekurangan pembayaran gaji sejak Januari 2018 wajib diperhitungkan dan dibayarkan.

Kemudian, menyelesaikan administrasi BPJS kesehatan bagi karyawan yang belum memiliki kartu BPJS, serta menyelesaikan pembayaran BPJS tenaga kerja kepada seluruh security secara cash selama masa kontrak di PT SHG.

Selanjutnya, seluruh security tidak ingin dioutsourcingkan lagi dan meminta bekerja langsung ke PT Triaryani, serta anggota security yang mengikuti diksar meminta dikembalikan biaya diksar mereka, dan terakhir seluruh security meminta uang tolak setelah berakhir masa kerja di PT SHG.

Sementara itu, pihak manajemen PT Triaryani dan PT SHG meminta waktu untuk membicarakan secara internal perusahaan terlebih dahulu sebelum memberikan keputusan terkait semua tuntutan para security.

“Beri kami waktu, karena kami akan mengadakan rapat internal perusahaan untuk membahas masalah ini, kami belum bisa memberikan keputusan, karena kami masih ada atasan,” kata perwakilan PT SHG, Meiraska Gunawan didampingi perwakilan PT Triaryani, Bambang Susanto.

Menurut mereka, pihaknya akan secepat mungkin menyelesaikan permasalahan ini sehingga aktivitas pertambangan batu bara PT Triaryani bisa normal kembali. “Kami juga tidak mau berlarut-larut dalam masalah,” katanya. (KHS-01)

Komentar
Loading...