Bakal Adakan Jam Belajar Tambahan

    215
    FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI
    BELAJAR : Siswa kelas IX SMPN 1 Lubuklinggau tampak sedang serius mengikuti pelajaran, mereka akan melaksanakan UNBK beberapa bulan kedepan tepatnya pada April 2019.
    Advertisement

    Silampari Online,

    LUBUKKLINGGAU – Tahun ini kembali SMP Negeri 1 Kota Lubuklinggau melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan bekerjasama dengan SMKN 1 Lubuklinggau sebagi lokasi ujian.

    Ada 347 siswa kelas IX yang akan mengikuti ujian tersbut yang pelaksanaannya pada bulan April 2019 mendatang.

    “Sama seperti tahun lalu, kita akan menumpang UNBK di SMKN 1 Lubuklinggau,bahkan siswa kita sudah mengikuti simulasi pertama,”kata Kepala SMPN 1 Lubuklinggau Yani Jinawar di ruang kerjanya, kemarin (10/1).

    Yani menambahkan, karena waktu terus bergulir dan sudah mendekati ujian, anak didiknya terkhusus kelas IX tidak lagi diperkenankan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maupun perlombaan-perlombaan. Yani meminta siswanya fokus belajar. Bahkan Februari ini , sekolah bakal melaksanakan jam belajar tambahan.

    “Jam belajar tambahannya gratis tidak ada pungutan apapun, semuanya sudah ditanggung sekolah, kita juga meminta orang tua siswa untuk memastikan anak-anak mereka mengikuti jam belajar tambahan nanti,”harap Yani.

    Disinggung mengapa belum melaksanakan UNBK secara mandiri, Yani mengaku kalau sekolah mereka tidak memiliki ruangan untuk komputer. Mereka sudah mengusulkan untuk pembangunan ruangan dua lantai disebelah SMA Muhammadiyah, namun karena ruangan itu sudah direhab, maka tidak diperbolehkan oleh orang pusat.

    “Kata orang pusat tidak boleh karen baru satu tahun direhab,karena itulah kita belum bisa UNBK mandiri,”jelasnya.

    Dalam kesempatan itu juga Yani menyikapi pemberitaan Harian Silampari yang terbit pada Rabu (10/1) dengan judul berita “Diduga Sekolah Masih Jual Buku/LKS”. Dia selaku kepala sekolah sudah menyampaikan secara tegas kepada seluruh dewan gurunya untuk tidak melakukan jual beli buku/lks.

    “Saya tegas sampaikan kepada dewan guru saya untuk tidak menjual buku LKS ,apabila terjadi harus yang bersangkutan bertanggung jawab sendiri ,saya lepas tangan,”tegasnya.(HS-02)