Satu Untuk Semua

Banjir Luapan Siring Resahkan Warga

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Warga di Dusun II Desa Duku Ulu Kecamatan Curup Timur, 3 minggu terakhir merasa resah. Sebab, saat hujan mengguyur dengan intensitas tinggi, mereka sering kebanjiran. Kondisi ini mengakibatkan lahan kebun rusak. Tidak itu saja, air banjir masuk ke rumah dan mengganggu aktifitas sehari-hari.

Nugroho alias Ohok (22) warga setempat pemilik kebun 3 varietas cabe, tomat dan kol saat ditemui di lokasi kebunnya mengaku, tanah dan tanaman kebunnya sudah beberapa kali rusak diterkena air saat hujan deras mengguyur. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak 3 minggu belakangan.

Dijelaskan Ohok, penyebab munculnya air tersebut karena disamping lahan kebun miliknya mengalir buangan air dari siring yang ada di bagian atas atau pinggir jalan pemukiman.

“Karena samping lahan saya ini mengalir air buangan atau limpahan dari atas atau siring yang ada dipinggir jalan. Kita sudah sampaikan kepada perangkat desa, tapi belum ada solusi sampai sekarang,” tutur Ohok.

Ditambahkan Ohok, sudah beberapa kali kondisi kebunnya rusak dan membuat tanamannya mati serta hanyut ketika air masuk dan membanjiri lahan kebunnya.

“Saya sudah berapa kali mengganti pohon cabe yang hanyut, ditambah lagi banyak juga yang mati. Begitu juga pohon kol dan tomat, kalau begini terus bisa rugi,” Kata Ohok sapaan akrabnya.

BUANG : Disinilah tempat air pembuangan drainase bermuara dan mengalir ke arah kebun dan saat debitnya meningkat secara otomatis masuk ke lahan kebun bahkan membanjiri rumah warga, Kamis (5/4). Foto : Badri/HS
Senada diungkapkan Syamsul (48) salah satu warga yang rumahnya berada berdekatan dengan kebun milik Ohok, mengaku sangat resah. Karena kalau banjir terus, tidak hanya membuat rumahnya kotor dan merepotkan keluarganya. Mereka juga tidak bisa memasak gula aren yang menjadi aktivitasnya sehari-hari.

“Kita beberapa hari belakangan jadi tidak bisa masak gula aren dan tidak bisa dapat uang. Karena kita masaknya di belakang rumah, kalau tungku dimasuki air, bagaimana kami mau masak gula. Kita bukan tidak senang ada pembangunan siring di pinggir jalan itu, tapi kalau dampaknya seperti ini, harusnya dicarikan solusi,” terang Syamsul diamini warga lainnya.

Sementara itu, Kades Duku Ulu Supyanto yang dikonfirmasi di Balai Desa mengaku sudah mencarikan solusi. Rencananya tahun ini sudah mereka anggarkan melalui Dana Desa (DD) untuk membangun drainase permanen kawasan yang dilalui pembuangan air tersebut. Namun tetap harus melalui proses terlebih dahulu. “Tapi tetap butuh proses dan warga juga harus mau memberikan lahan mereka sedikit agar bisa digali dan siring disamping kebun tersebut,” katanya.

Lanjut dia, kalau pembangunan siring yang ada di kiri-kanan jalan. Sedangkan untuk aliran drainasenya tersebut memang sudah ada sejak jalan dibangun.

“Kalau masalah banjir, bukan baru saat ini saja, tapi sudah sejak lama kalau debit air meningkat di drainase pasti banjir lantaran karena siring sebelumnya kecil,” pungkas Supyanto.(HS-05)

Anda Mungkin Menyukai Ini Juga