Satu Untuk Semua

Banjir Satu Meter Rendam Rumah Warga

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Empat Lawang, Jumat (23/2) siang sekitar pukul 14.30 WIB menyebabkan rumah warga di Desa Gunungmeraksa Baru, Kecamatan Pendopo terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Banjir luapan Sungai Air Nakau ini juga lantaran gorong-gorong yang ada cukup kecil, sehingga air meluap ke perumahan warga di bantaran sungai, serta jalan lintas provinsi penghubung Pagaralam – Bengkulu.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, derasnya hujan sejak pukul 14.30 WIB menyebabkan sungai Air Nakau meluap, hingga merendam rumah warga di sekitaran bantaran sungai dengan ketinggian mencapai satu meter. Sedikitnya tujuh unit rumah warga yang terendam, dalam musibah ini.

Akibatnya, sebagian warga yang rumahnya berupa rumah berlantai satu terpaksa mengungsi ke rumah tetangga sementara waktu menunggu surutnya luapan air. Sementara perabot rumah tangga yang ada terpaksa diletakkan bagian rumah yang lebih tinggi, bahkan ke atas plafon dan sebagian yang masih memungkinkan, dievakuasi keluar. Namun, bagi yang berupa rumah panggung, masih tetap tinggal di rumah di bagian atas atau lantai dua.

Selain merendam perumahan warga, air juga merendam jalan lintas provinsi penghubung Lahat-Bengkulu, sehingga cukup mengganggu arus lalu lintas pengendara yang melewati jalan provinsi tersebut.

Luapan air ini juga lantaran, kecilnya dua buah gorong-gorong yang ada di bawah badan jalan, sehingga tidak mampu mengalirkan seluruh air yang debitnya cukup besar.

Salah seorang korban banjir, Suit mengatakan, rumah warga yang berada di sekitaran bantaran sungai, tepatnya berada di hulu gorong-gorong seringkali terendam banjir apabila hujan deras. Bencana ini mulai terjadi semenjak dibangunnya gorong-gorong yang ukurannya kecil, sehingga bila debit air meninggi, air meluap hingga merendam perumahan warga.

“Dulunya, tidak pernah banjir, namun semenjak dibangunnya gorong-gorong ini, Air Nakau ini seringkali meluap. Ya, gorong-gorong yang pasang kecil, sehingga tak mampu mengalirkan air, kendati hujan lebat sebentar saja,” ungkapnya.

Dikatakannya, seringnya banjir ini membuat warga khawatir dan resah. Mereka, terkadang merasa panik menyelamatkan perabotan yang ada bila air mulai masuk ke rumah. Karena itu, kondisi ini perlu perhatian dari instansi terkait. Pemerintah meski mengambil langkah untuk mengatasi banjir ini, jangan sampai warga selalu menjadi korban, bahkan banjir akan lebih besar lagi, hingga membahayakan keselamatan warga.

“Kami sangat mengeluhkan dengan kondisi seperti ini. Hendaknya pemerintah ataupun instansi terkait, mengambil langkah untuk mengatasi banjir ini,” harapnya.

Sementara itu, Kades Gunungmeraksa Baru, Amrullah Harim mengatakan hingga pukul 18.30 WIB, banjir masih merendam perumahan warga dan kondisinya belum ada penyusutan. Kendati ketinggian air mencapai 1 meter, tidak ada korban jiwa ataupun rumah warga yang hanyut. Untuk saat ini, warga yang rumahnya rumah rendah, terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

“Sekarang masih banjir, air belum menyusut, karena masih hujan. Warga yang rumahnya terendam untuk sementara waktu mengungsi dengan tetangga atau sanak keluarganya,” ungkapnya.

Diterangkannya, biasanya air mulai menyusut setelah beberapa jam hujan redah. Diakuinya, seringnya terjadi banjir, setelah dibangunnya gorong-gorong yang dibangun dengan ukuran yang lebih kecil daripada gorong-gorong lama. Akibatnya, bila debit air tinggi, gorong-gorong tak mampu mengalirkan arus air sepenuhnya, sehingga air meluap ke sekitarnya merendam perumahan warga dan badan jalan.

“Ya, air menyusut 3-4 jam setelah hujan berhenti. Kalau dulunya tidak pernah banjir, namun setelah dibangunnya gorong-gorong yang ukurannya lebih kecil, banjir sering terjadi,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, sangat diharapkan agar instansi terkait membangun jembatan atau box culvert, sehingga saluran air lancar, meskipun debit air meninggi. Sedikitnya ada tiga titik yang mesti dibangun, karena di wilayah itu sering terjadi banjir akibat gorong-gorong yang kecil.

“Dulunya ada pihak pemerintah provinsi yang datang melakukan survei, namun hingga sekarang tidak ads realisasinya. Kan kasihan warga selalu dilanda banjir bila hujan sebentar saja, ini saja sudah 2 jam-an terendam banjir,” pungkasnya. (HS-04)

Komentar
Loading...