Belajar di Kampung Inggris

    268
    FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI
    KUNJUNGAN : Dewan Guru SMAN 1 dan anak didiknya ketika mengunjungi Kampung Inggris Pare di Kediri Surabaya beberapa waktu lalu
    Advertisement

    Silampari Online,

    LUBUKLINGGAU– Dalam rangka penguatan Bi-Lingual, pelajar SMA Negeri 1 Lubuklinggau tergabung dalam kelas Inovatif XI IPA 1 belum lama ini melaksanakan studi Bi-Lingual di Kampung Inggris, Pare Kediri, Surabaya pada 15-21 Oktober 2018.

    Pelajar didampingi Kepala SMAN 1 Lubuklinggau, Zulkarnain, Waka Kurikulum, Marsudi, Waka Peningkatkan Mutu, Yeny Yuliza, Waka Humas,Suparno dan Rismar Riansih sebagai wali kelas.

    Kepala SMAN 1 Lubuklinggau, Zulkarnain melalui Waka Peningkatkan Mutu, Yeny Yuliza menjelaskan semua pelajar kelas inovatif mengikuti kegiatan pembelajaran Bi-Lingual selama satu minggu, tepatnya di Briliant English Course, Kampung Inggris Pare Kediri, Jawa Timur. Selama satu minggu pelajar full mengikuti pelatihan Bahasa Inggris yang telah dijadwalkan oleh lembaga kursus disana.

    Kegiatan itu terbagi beberapa kelas yakni kelas Vocabulary dan Expression yakni pengayaan Vocabulary yang mendukung speaking dan conversation, kelas speaking I dan II yakni melatih percakapan dan tanya jawab. Kelas Grammar and Listening yakni kelas dimana melatih tata bahasa dan kepekaan pendengaran serta langsung mengerjakan soal.

    Berikutnya kelas Vocabulary II, kelas pronunciation yakni kelas teknik pengucapan dan cara baca yang benar dalam bahasa inggris, kelas study club, discussion and presentation atau religius meeting yakni percakapan dan diskusi dalam dan berpendapat dalam bahasa Inggris dan diakhiri jadwal tour dan outbond.

    “Tujuan dari belajar ini, untuk meningkatkan kemampuan anak-anak kelas inovatif dalam berbahasa Inggris, yang memang kelas inovatif mengusung Bi-Lingual dalam setiap aktivitas belajarnya. Apalagi selama belajar disana, anak-anak berbicara menggunakan bahasa Inggris,”ungkap Yeny.

    Ia menambahkan, kegiatan belajar di Kampung Inggris Pare, juga untuk meningkatkan wawasan pelajar serta merubah cara berpikirnya atau sudut pandangya hingga memotivasi untuk lebih baik dalam belajar. Apalagi disana, yang datang dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Bahkan, pada semester II khusus anak -anak kelas X IPA 1 dan IPA 2 juga akan belajar disana.

    Kemudian, untuk program Bi-Lingual semester depan mereka akan mengajak anak-anak mengikuti program Test of English as a Foreign Language atau disingkat TOEFL yang bekerjasama dengan Universitas Bengkulu. Toefl ini bertujuan, agar setelah lulus dari SMAN 1 Lubuklinggau, mereka sudah siap dan mampu bersaing di luar negeri.

    “Bi-Lingual merupakan program dari kelas inovatif untuk mendukung sekolah Adiwiyata serta yang paling utama mendukung SMANSA Emas menuju Go Internasional,”pungkasnya.(HS-02)