Bentuk Kader dan Aktivis PATBM

PATBM : Kabid Perlindungan Anak, Suhaida bersama Camat Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Muhibuddin berpose bersama saat pembetukan aktifis dan kader PPATBM di aula Kantor Camat Pendopo, Rabu (10/7/2019). Foto : Istimewa.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang, melalui Bidang Perlindungan Anak, melakukan pembentukan dan pengkaderan aktivis perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) tingkat kecamatan se-Kabaupaten Empat Lawang. 

PATBM itu sendiri merupakan sebuah jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Kepala DPMDP3A Kabupaten Empat Lawang, Agus Rochmad Basuki melalui Kabid Perlindungan Anak, Suhaida mengatakan, PATBM merupakan inisiatif masyarakat  sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan prilaku yang memberikan perlindungan kepada Anak. 

“Adapun tantangan yang dihadapi keterlibatan aktivis PATBM dalam upaya pencegahan dan penanganan yang belum optimal perlu adanya koordinasi dan fasilitasi,” kata Suhaida kepada wartawan, Rabu (10/9/2019).

Suhaida menyampaikan, kegiatan dan program kerja dilakukan aktivis PATBM kedepan melibatkan stakeholder, anak dan masyarakat umum, PATBM akan mengupayakan pendampingan dan mencarikan tempat singgah yang aman dan di jauhkan dari pelaku kekerasan. Sosialisasi terhadap anak tentang bahaya napza, pornografi dari sudut agama, kesehatan, hukum. 

“Beberapa kegiatan dalam PATBM antara lain, bisa dengan membuka Pusat Informasi Konseling Remaja atau PIK-R. Memberikan bimbingan belajar kepada anak anak, penyuluhan masalah Narkoba dan Kenakalan remaja dan lain-lain,” urainya.

Diapun berharap, dengan telah dibentuknya PATBM ini dapat menumbuhkan kesadaraan masyarakat terhadap perlindungan anak dan menjadikan lungkungan menjadi ramah anak.

“Para kader PATBM dapat menjadi agen perubahan bagi lingkungan dan cara pandang yang benar memperlakukan anak-anak di tengah masyarakat,” tandasnya. (HS-05)