DP4 KPU Banyak yang Salah

Posting : Administrator Dibaca : 377 pembaca



LUBUKLINGGAU- Jelang batas akhir penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata banyak pemilih yang tidak sesuai nama maupun alamatnya dengan kondisi sebenarnya.
“ Panitia Pemungutan Suara (PPS) banyak yang mengeluhkan bahwa DP4 dari Komisi Pemilihan umum (KPU) Provinsi Sumsel secara online tidak sesuai dengan data real dilapangan, banyak sekali nama dan alamat mata pilih yang salah antara data KPU Provinsi Sumsel dan kondisi dilapangan,” jelas Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Lubuklinggau Barat I, Purwanto kepada Harian Silampari, kemarin (14/4).

Hal ini menurutnya menimbulkan kekhawatiran penetapan DPT oleh PPS kepada PPK tidak akan bisa diselesaikan tepat waktu, mengingat hingga saat ini masih banyak PPS yang disibukkan dengan permasalahan tidak sinkronnya data lapangan dengan DP4 yang diterbitkan oluh KPU Provinsi Sumsel.

“ Kenapa KPU Provinsi Sumsel tidak menggunakan data pemilih berdasarkan data mata pilih Pemilihan Walikota Lubuklinggau beberapa waktu yang lalu, setidaknya data tersebut telah valid, jikapun ada perubahan tidak terlalu banyak kesalahan yang ada dan harus dirubah,” tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Panwascam Lubuklinggau Timur I, Azlim Roni, menurutnya diwilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I juga masih sangat banyak terjadi kesalahan mata pilih, yang paling banyak terjadi adalah ketidak samaan alamat mata pilih antara DP4 yang telah diterbitkan KPU Provinsi Sumsel dengan alamat sebenarnya dilapangan.
Sementara itu Ketua Panwaslu Kota Lubuklinggau, Hamidah menyatakan bahwa kesalahan data tersebut merupakan tanggung jawab penyelenggara pemilihan umum (Pemilu), namun jika terindikasi bahwa kesalahan data yang ada karena banyaknya petugas pendataan yang saat melakukan sensus mata pilih tidak turun kelapangan namun hanya direka-reka saja, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran tahapan Pemilu.
“ Jika memang ada bukti kuat yang mendukung bahwa petugas PPS saat melakukan pendataan pemilih hanya memakai sistem tembak diatas ‘kuda’ dan tidak turun langsung ke lapangan mendata dari pintu ke pintu, silahkan buat laporannya sebagai pelanggaran tahapan Pemilu dengan disertai bukti yang kuat,” teganya. (HS-05)

0 Komentar


Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh