36.710 Siswa Terima Dana BOS

Posting : Administrator Dibaca : 296 pembaca

LUBUKLINGGAU- Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ini akan diberikan kepada 36.710   siswa SD dan SMP se-Kota Lubuklinggau. Dana ini diberikan tiap tiga bulan sekali selama setahun.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, H Abdullah Matjik melalui Sekretaris H Burlian Husin ditemani Kasi Data dan Informasi, Tabrani, Kepada Harian Silampari, Selasa (7/5).

 Adapun rincian dari total 36.710 siswa penerima dana bos tersebut, yakni, 85 SD Negeri dengan total  penerima BOS 24.260  siswa, lima SD Swasta dengan total penerima BOS 1.445 siswa. Dan 14 SMP Negeri dengan total penerima BOS 8.205 siswa dan 17 SMP Swasta dengan total penerima BOS 2.800 siswa.

“ Adapun besaran nominal penerima dana BOS per tahun yaitu sebesar Rp 580 ribu per siswa SD maupun sederajat dan Rp 710 ribu per siswa SMP sederajat,” kata Burlian Husin ketika dibincangi di ruang kerjannya.

 Dalam penggunaan dana BOS ini, Burlian mengingatkan agar seluruh sekolah baik SD maupun SMP negeri dan swasta agar menggunakan anggaran sesuai petunjuk teknis (Juknis) peruntukan anggaran BOS.

 Ada  13 item yang diperbolehkan   diantaranya, untuk pengembangan perpustakaan, pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka PPDB, Pembiyaan kegiatan belajar dan ekstra kurikuler siswa, pembiayan ulangan harian, ulangan umum dan ujian sekolah.

Pembelian bahan-bahAn habis pakai seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, buku induk siswa dan lain-lain. (keterangan lengkap lihat tabel).

 

“ Dan perlu diketahui Disdik  baru-baru ini sudah  mengadakan bimtek dan sosialisasi  penggunaan anggaran dan pelaporan anggaran BOS ini  di SD Negeri 53 dan SD Negeri 60 Lubuklinggau yang dihadiri seluruh Kasek SD ditemani bendahara sekolah,” ungkap Burlian.

 

Ditambahkan Burlian, pihaknya mengingatkan kepada Kepala Sekolah agar hal yang biasanya ada kesalapahaman dalam penggunaan anggaran BOS tidak kembali terulang tahun ini. Misal penggunaan anggaran harus sesuai Juknis dan dana BOS ini tidak boleh dipergunakan untuk membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS).

 “ Khusus untuk LKS tidak diperbolehkan, karena LKS tidak bisa dijadikan buku inventaris,” terangnya.

 Terpisah Wakil Walikota (Wawako) Lubuklinggau  H Sulaiman Kohar, mengatakan demi terciptanya pelaksanaan program BOS yang berhasil dan sesuai dengan tujuan serta tepat sasaran maka diperlukan kerjasama dan koordinasi yang baik diantara pihak-pihak yang terkait.

 “Pengelolaan dana BOS harus dilaksanakan dengan tertib administrasi, transparan, efektif, efisien dan dapat di pertanggungjawabkan sesuai petunjuk juknis dan juklak yang telah ditentukan,” kata wawko, ketika dibincangi Harian Silampari, usai memantau pelaksanaan UN di SD Negeri 4 Lubuklinggau, Senin (6/5).

 Ditempat yang sama Sekda Kota Lubuklinggau, H Parigan Syahrin, mengatakan  BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar dengan sasaran untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu dan berkualitas. (HS-04)

 

0 Komentar


Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh