Angka Perceraian Terus Meningkat

Posting : Administrator Dibaca : 403 pembaca

LUBUKLINGGAU- Kasus perceraian yang terjadi dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau, tergolong tinggi. Bahkan sejak tiga tahun terakhir terus meningkat.
Demikian disampaikan Kepala Pengadilan Agama (PA) Kota Lubuklinggau, H Burhanudin Harahap didampingi Panitera Muda Hukum, Maryanto, kepada Harian Silampari, Selasa  (5/3).  
Dikatakan Burhanudin, kasus perceraian wilayah Lubuklinggau-Mura sangat tinggi dan hal ini terus mengalami peingkatan sejak tahun 2010. Pada tahun 2010 terdapat 755 perkara, tahun 2011  ada 1.083 perkara dan 1 Januari 2012 -31 Januari 2013 terdapat 1.542 perkara.
Dari total 1.542  perkara sudah diputuskan cerai 989 perkara sedangkan sisanya sebanyak 553  perkara masih dalam proses.
"Angka perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas tahun 2012 ditambah Januari 2013, tercatat ada 1.542 perkara. Ini tergolong angka yang cukup tinggi,” kata Burhanuddin.
Menurutnya berdasarkan data yang ada tersebut jumlah kasus yang ditangani Pengadilan Agama dari tahun-ketahun khususnya tiga tahun terakhir sangat progress dan miningkat tajam.
“Perlu diingat data 1.542 perkara tersebut sepenjang  tahun 2012 hingga Januari  2013. Belum lagi bulan Februari dan sekarang sudah masuk bulan Maret,” katanya.
Ditambahkan Burhanudin ditemani Staf Panitera Muda Hukum, Maryanto, dari total 1.542 Perkara ada 49 Perkara cerai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Khusus perkara PNS mengacu pada PP No 10 tahun 2011 dan proses cerai PNS tersebut paling cepat enam bulan karena ada proses panjang yang harus dilalui,” terang Maryanto.
Dari 1.542 perkara yang masuk ke PA, penyebab tingginya angka perceraian tersebut dari pengakuan pasangan suami-istri yang mengajukan gugatan perkara didominasi faktor ketidakharmonisan, faktor ekonomi, dan tidak ada tanggung jawab, yang secara global sebanyak 60 Persen disebabkan tiga faktor tersebut. Sedangkan sisanya mulai dari  faktor Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), poligami tidak sehat dan faktor-faktor lainnya.
Sebelum sidang gugatan perceraian, terang Burhanuddin, majelis hakim selalu mengupayakan mediasi antara penggugat dan tergugat guna dirujukkan kembali. Jika mediasi gagal maka sidangnya diteruskan hingga putusan perceraian. (HS-04)

0 Komentar


Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh