Aksi Spontanitas, Warga Turunkan Bendera Merah Putih

By SILAMPARI ONLINE 11 Okt 2017, 18:47:12 WIB
Aksi Spontanitas, Warga Turunkan Bendera Merah Putih SOBEK : Terlihat bendera merah putih yang sudah sobek terpasang di depan kantor Bupati Empat Lawang. Hal inilah yang memicu aksi spontanitas warga menurunkanya, Rabu (11/10). Foto : Oci/HS.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG - Sejumlah warga, menurunkan bendera merah putih, yang terpasang di sejumlah tiang bendera atas pagar depan kantor bupati Empat Lawang, Rabu (11/10) sekitar jam 13.30 WIB.
 
Langkah spontanitas warga ini, dipicu lantaran bendera yang terpasang tersebut, terlihat sudah sobek, rusak dan tidak layak lagi terpasang di tiang bendera. Bahkan, mereka menilai bendera merah putih tersebut sudah berganti warna karena sudah kusam.
 
Menurut keterangan Amrullah, warga yang menurunkan bendera tersebut, langkah yang mereka ambil ini, bermula saat dia hendak makan di warung nasi di seberangan jalan depan kawasan perkantoran Pemkab Empat Lawang. Tiba-tiba dia melihat bendera yang terpasang di sejumlah tiang yang ada di pagar depan Kantor bupati, sudah banyak robek dan sepertinya belum juga diganti oleh pihak Pemkab Empat Lawang.
 
Merasa banyaknya bendera merah putih yang terpasang tersebut sudah tidak layak, dia lalu mengajak sejumlah temannya untuk langsung menurunkan bendera yang sudah rusak tersebut dari tiangnya.
 
"Ada sekitar 7 lembar bendera merah putih yang sudah tidak layak kita turunkan. Separuh saya berikan ke anggota Satpol PP yang jaga di Pemkab, sisanya saya bawa pulang sebagai bukti jika bendera yang saya turunkan ini memang sudah tidak layak lagi dipakai," ungkap Amrul.
 
Sebagai putra bangsa, dia cukup menyesal, sedih dan kecewa, lantaran kepedulian terhadap lambang negara masih terlihat cukup rendah. "Buktinya ini, bendera yang sudah tidak layak, dibiarkan berkibar. Depan kantor pemerintah pula," sesalnya.
 
Hal senada juga disampaikan Teras, warga yang ikut menurunkan bendera rusak tersebut, mengaku cukup terkejut mengetahui banyaknya bendera merah putih yang terpasang di depan Kantor Bupati Empat Lawang, yang sudah robek dan lusuh. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan UU Nomor 24 tahun 2009, dengan tegas tertulis bahwa warga negara Indonesia berhak dan wajib memelihara, menjaga dan menggunakan bendera negara, bahasa Indonesia dan lambang negara serta lagu kebangsaan untuk kehormatan dan kedaulatan bangsa dan negara sesuai dengan undang-undang. 
 
"Perlakuan yang tidak sesuai aturan terhadap Sang Merah Putih ini juga ada ancaman hukumannya, loh," tukasnya. (HS-04)
 
 
By SILAMPARI ONLINE 11 Okt 2017, 18:47:12 WIB

TAGS:

Berita Terkait

Tulis Komentar Anda

About Us · Indeks · E-Paper · Video · Advertise · Privacy Police · Legal Content · Contact Us


Copyright 2017 Silampari Online