Kapolres Diminta Gentleman

By SILAMPARI ONLINE 20 Apr 2017, 03:11:53 WIB
Kapolres Diminta Gentleman Ketua GP Ansor dan Banser Kota Lubuklinggau Ahmad Tarsusi menyampaikan orasi di Mapolres Lubuklinggau, terkait insiden penembakan oknum Polisi ke warga, Selasa (19/4)

Harian Silampari Online,



KAPOLRES Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga diminta gentleman dan bertanggung jawab atas insiden penembakan dilakukan oknum anggotanya kepada Surini sekeluarga. Pejabat nomor satu di Mapolres Lubuklinggau ini didesak mengundurkan diri dari jabatannya, karena dinilai tidak bisa memimpin anak buah.

Hal itu disampaikan Gabungan Organisasi Kepemudaan (OKP) saat melakukan aksi damai di Mapolres Lubuklinggau, Selasa (19/4) sore. OKP itu diantaranya, GP Ansor dan Banser, Gmni, Barisan Muda PAN, PPMI.  

Sejumlah pengunjuk rasa, usai melakukan orasi di depan aula Mapolres Lubuklinggau langsung masuk ke ruangan dan berdialog dengan Kapolres Lubuklinggau.

Dihadapan sejumlah Ormas, Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur membuat kesepakatan bahwa adzan Azhar harus berhenti. Setelah deal waktu, baru mereka berdialog.

Mulanya, Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Andi Kumara mengatakan, pihaknya atas nama Polres Lubuklinggau meminta maaf terkait adanya insiden yang tidak diharapkan terjadi tersebut. Jajaran Polres sudah membesuk keluarga korban Novi dkk, lalu dilanjutkan silatuhrami ke kediaman suami Surini (Kaswan).

“Kami dari Polres minta maaf.  Mereka (keluarga korban), juga sudah dianggap keluarga besar Polri. Kami diterima baik,” jelas Hajat Mabrur.

Lanjut dia, kasus tersebut dipastikan diproses dan dilanjutkan sesuai ketentuan hukum berlaku. Namun saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Semua aspirasi disampaikan pendemo akan ditampung.

“Dari Polda Sumsel turun. Rekan-rekan jangan kuatir, walapun tidak dengan pemberitahuan aksi demo, itu tidak bisa dilakukan namun rasa kepedulian dan rasa kemanusian maka Polres Lubuklinggau mengizinkan,” kata Kapolres.
 
Sementara itu, Saprin Rais-Barisan Muda PAN merasa terpanggil terhadap ulah oknum polisi menyebabkan hilang nyawa orang. Kapolres diminta bertanggung jawab selaku pimpinan, termasuk kepada Allah.

“Kami minta oknum polisi dihukum, kami minta jangan sampai polisi melindungi polisi,” jelasnya.

Ketua GMNI, Angga dan Ketua GP Ansor, Tarsusi mengatakan, aksi koboi di simpang periuk dinilai menggunakan senjata tanpa SOP. Mereka mengutuk keras, tindakan kepolisian tersebut.

“Kami minta  klarifikasi, minta pertanggungjawabannya kepolisian. Khususnya Polres Linggau harus berikan sanksi tegas pada polisi yang melakukan penembakan,” jelasnya.

Hal sama disampaikan pengurus PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia ) Kota Lubuklinggau, Bahed didampingi sekjen. Dia menyatakan tindakan dilakukan aparat kepolisian sangat brutal dan tidak manusiawi. Seharusnya sebagai penganyom masyarakat dan pelindung masyarakat hal ini tidak perlu terjadi.

”Kami mendesak Lembaga Hukum hal ini Kepolisian, KOMNASHAM, Ombudsman untuk menindak lanjuti pelanggaran hukum yang dilakukan aparat kepolisian. Karena ini menyangkut marwah Lembaga Hukum di RI ini. Kami siap membela rakyat yang perlunya keadilan di RI ini,” tambahnya.

Usai menyampaikan aspirasi, Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur tidak banyak memberikan jawaban. Sebab adzan Azhar sudah tiba maka dialognya tidak dilanjutkan atau dibubarkan. (HS-08)


By SILAMPARI ONLINE 20 Apr 2017, 03:11:53 WIB

TAGS:

Berita Terkait

Tulis Komentar Anda

About Us · Indeks · E-Paper · Video · Advertise · Privacy Police · Legal Content · Contact Us


Copyright 2017 Silampari Online