Mahasiswa Bule Soroti Masalah Sampah

By SILAMPARI ONLINE 12 Agu 2017, 12:44:44 WIB
Mahasiswa Bule Soroti Masalah Sampah Teks : Jumpa Pers Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dan Mahasiswa yang tergabung dalam AIESEC di Rumah Dinas Walikota, Jum’at (11/8). Foto : Ist

Silampari Online,


LUBUKLINGGAU- Mahasiswa yang bergabung dalam organisasi internasional Assosiation International Economic et Commerciales (AIESEC) tinggal selama empat hari di Lubuklinggau dan menjelajah sejumlah destinasi wisata. Hadir mereka disini juga merupakan kunjungan terakhir dari dua daerah sebelumnya yakni Pagar Alam dan OKU Selatan yang terpilih mewakili Sumsel.

Konferensi pers, Kemarin (11/8) di Rumah Dinas Walikota Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Petanang Ilir Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Dua mahasiswa Carmen dari Tunisia dan Chloe dari Hongkong memaparkan sejumlah destinasi wisata yang telah dikunjunginya di Kota Lubuklinggau. Diantaranya Air Terjun Temam, Kampung Warna-warni, beberapa rumah makan khas daerah, Kelingi Rafting, Masjid Agung As-Salam dan Bukit Sulap yang menurut mereka sangat potensial mengundang para turis.

Apalagi di Lubuklinggau masih banyak hutan sehingga masih terasa sangat alami dibandingkan dengan negara mereka dan pusat kota. Ada beberapa sorotan yang disampaikan mahasiswa-mahasiswa ini untuk mendukung Lubuklinggau menjadi benar-benar daerah wisata yakni pengentasan permasalahan sampah.

Menurutnya, permasalahan sampah di Lubuklinggau sedikit kurang diperhatikan. Apalagi saat di Bukit Sulap ia menyayangkan ada monyet yang makan plastik.

"Karena mereka sangat menyayangi lingkungannya, kasihan jika kasihan habitat hewan liar seperti monyet terganggu," kata Carmen melalui penterjemahnya Griselda Alba.

Sementara Chloe mengatakan, kekurangan tersebut merupakan sedikit dari banyaknya keunggulan yang dimiliki. Selebihnya banyak hal-hal yang menarik yang ia temui bersama teman-temannya yang lain yakni dari Hongkong, France, Slovakia, Czech, Poland, Egypt, Netherland, Spain, China, Turkey, Vietnam, Thailand dan Italy selama berada di Lubuklinggau. "Permasalahan sampah karena kurangnya kesadaran masyarakat dan pengunjung membuang sampah," katanya.

Ia mengatakan, selain kunjungan wisata, mereka dikenalkan dengan batu akik dan juga cara mengasahnya. Dirinya mengaku terkesan dengan pembangunan yang sudah dicapai Pemkot Lubuklinggau. Salah satunya fasilitas objek wisata air terjun Temam yang dikatakannya telah dilengkapi dengan lampu warna warni. Di Bukit Sulap sudah ada inclinator, sehingga turis bisa melihat pemandangan Lubuklinggau dari atas. "Semoga kedepan bisa maju lagi," ujarnya.

Sementara itu mahasiswa perempuan asal Hongkong yakni Chloe mengatakan dirinya senang selama berada di Lubuklinggau. Termasuk dengan gaya khas Walikota Lubuklinggau yang tetap meluangkan waktu menemani para mahasiswa ditengah kesibukannya selaku kepala daerah.

"Orangnya (Walikota) humble, penuh humor. Jadi kita diajak langsung dengan dia kesana (tempat wisata). Juga sama-sama main rafting di air," jelasnya sembari mengucapkan terima kasih banyak dengan menggunakan bahasa Indonesia kepada Walikota.

Lebih lanjut, dirinya juga terkesan dengan batu akik yang diberikan Walikota sebagai cinderamata kepada para mahasiswa. Apalagi cinderamata batu akik itu dibuat sendiri oleh Walikota. Chloe dan Carmen mengaku, keduanya kalau memiliki kesempatan ingin kembali menyambangi Lubuklinggau.

"Kalau ada kesempatan, pasti mau lagi ke Lubuklinggau. Tapi masalah dana dan jauh dari rumah orang tua. Tapi kalau ada kesempatan, kenapa tidak," beber Carmen yang diaminin Chloe.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menjelaskan dengan adanya komunitas dari para mahasiswa yang berkunjung ke Lubuklingggau, merupakan bagian daripada program "Ayo Ngelong ke Lubuklinggau". "Dengan kunjungan dari 14 negara tersebut, mereka bisa mengekpose tentang wisata di Lubuklinggau," kata Wako.

Nanan mengakui, memang apa yang dibangun pihaknya khususnya pembenahan dibidang pariwisata dilakukan secara bertahap. Dan itupun terus dilakukan peningkatan oleh pihaknya. "Dalam kurun waktu yang cukup singkat, Lubuklinggau telah diubah menjadi daerah kunjungan wisata, tentu masih banyak yang kekurangan seperti kebersihan. Maka dari itu, kedepan akan dilakukan pembenahan-pembenahan lagi. Tentunya peran masyarakat sangat menentukan khususnya bidang kebersihan," tutupnya. (HS-01)

By SILAMPARI ONLINE 12 Agu 2017, 12:44:44 WIB

TAGS:

Berita Terkait

Tulis Komentar Anda

About Us · Indeks · E-Paper · Video · Advertise · Privacy Police · Legal Content · Contact Us


Copyright 2017 Silampari Online