Ngabuburit Sambil Cari Ilmu

By SILAMPARI ONLINE 09 Jun 2016, 11:13:07 WIB
Ngabuburit Sambil Cari Ilmu Kepala MTsN Kota Lubuklinggau Muslim, S.Ag Kepala MTsN Lubuklinggau Muslim,S.Ag mengatakan bahwa melihat kondisi yang ada sebenarnya sedikit prihatin kepada pendaftar yang tidak semuanya bisa

Harian Silampari Online, 

LUBUKLINGGAU- Bulan Ramadhan banyak dimanfaatkan pengunjung perpustakaan untuk menghabiskan waktu mereka membaca buku alias ngabuburit menunggu waktu buka puasa. Tak hanya kalangan pelajar dan mahasiswa yang menjadi langganaan pengunjung di perpustakaan, adapula Ibu rumah tangga (IRT).

Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Lubuklinggau, Saleha mengatakan pengunjung perpustakaan dikepalainya hingga puasa hari ketiga kemarin pengunjung tetap normal dengan hari biasanya. Pengunjung yang datang dalam perhari antara 350 sampai 400 orang. Bahkan dari jumlah itu, sewaktu-waktu dapat melonjak hingga 700 sampai 800 pengunjung.

"Rata-rata pengunjung pelajar, mahasiswa. Ibu-ibu rumah tangga ada juga. Dia (Ibu rumah tangga) mau lihat buku atau majalan mengenai masakan yang mana buku itu sebagai referensi, apalagi mau mendekati lebaran," katanya.

Saleha mengaku, di perpustakaan yang dikepalainya tersebut cukup lengkap bacaan bukunya. Tak hanya buku atau majalah mengenai masakan yang menjadi referensi pembaca. Tapi juga bacaan buku agama termasuk menjadi referensi.
"Semisal sebelum mau sholat, biasanya baca buku agama dulu sebagai referensi mereka di perpustkaan," ujarnya.

Sementara itu, Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi selama bulan puasa melayani pengunjung mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Waktu tersebut dikurangi satu jam dari hari biasanya yang mana dibuka pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. "Jadi dibulan puasa dikurani satu jam," jelasnya.

Menurut Winarti, Pustakawan Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kota Lubuklinggau, koleksi buku bacaan di perpustakaan cukup banyak. Diantaranya meliputi koleksi buku karya umum, teknologi dan terapan, geografi,filsafat dan golongan agam. Sedangkan untuk buku yang menyajikan referensi buku masakan masuk dalam golongan buku teknologi dan terapan. "Rata-rata biasanya baca buku fiksi, itu pelajar dan mahasiswa," pungkasnya.(HS-03)

 

By SILAMPARI ONLINE 09 Jun 2016, 11:13:07 WIB

TAGS:

Berita Terkait

Tulis Komentar Anda

About Us · Indeks · E-Paper · Video · Advertise · Privacy Police · Legal Content · Contact Us


Copyright 2017 Silampari Online