Rumah Warga Dihantam Banjir

By SILAMPARI ONLINE 08 Nov 2017, 06:52:40 WIB
Rumah Warga Dihantam Banjir Salah satu rumah warga yang rusak akibat diterjang luapan air Sungai Keruh, Selasa (7/11) Foto : Istimewa.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG - Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang, Senin (6/11) antara jam 16.00 WIB - 18.00 WIB, menyebabkan air Sungai Keruh, di wilayah itu meluap hingga menyebabkan banjir di sejumlah desa di kecamatan tersebut. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
 
Tidak hanya menggenangi sedikitnya 4 wilayah desa, yakni Desa Talang Padang, Padang Gelai, Muara Sindang dan Muara Rungga dalam wilayah Kecamatan Paiker, banjir tersebut juga merusak tiang jembatan akses menuju Pondok Pesantren Paiker dan merusak sedikitnya satu unit rumah warga di Desa Talang Padang Kecamatan Paiker, hingga akhirnya terpaksa dibongkar oleh pemiliknya.
 
"Kalau hujannya, hanya sekitar dua jam, tapi banjirnya sepanjang malam. Ada rumah warga atasnama Legiman, umur sekitar 45 tahun, warga Desa Talang Padang, Paiker. Itu terpaksa dibongkar karena rusak diterjang air sungai keruh," ungkap Adi Warsito, salah seorang warga Paiker, saat dihubungi via Handphone (Hp), Selasa (7/11).
 
Dikatakannya, sebenarnya ada beberapa rumah warga yang rusak, namun yang harus dibongkar karena rusak berat, hanya rumah milik Legiman. Saat ini lanjut dia, pemilik rumah terpaksa menunpang sementara ke rumah sanak keluarganya.
 
"Banjir juga merusak tiang jembatan akses menuju bangunan pesantren yang saat ini dalam proses pembangunan. Tentu saja mengganggu proses pembangunan pesantren, karena material bangunan tidak dapat diangkut ke lokasi pesantren," kata pria yang saat ini menjadi Ketua Pembangunan Pondok Pesantren Kecamatan Paiker, tersebut.
 
Sementara itu di Desa Padang Gelai, banjir menggenangi hampir seluruh pemukiman warga di desa dalam wilayah Kecamatan Paiker, tersebut. Meski tidak merusak fasilitas umum dan rumah milik warga, namun akibat kejadian itu, pemilik kolam ikan di desa tersebut, harus menderita kerugian puluhan juta dan mengganggu aktivitas warga di sana.
 
"Desa kami itu selalu menjadi langganan banjir, kalau Sungai Keruh meluap. Termasuk juga Desa Muara Sindang dan Desa Muara Rungga itu juga jadi langganan banjir," ungkap Kades Padang Gelai, Kecamatan Paiker, Sugian Siwang.
 
Menurut Sugiwan, seharusnya wilayah desanya tidak lagi menjadi daerah langganan banjir. Sebab, aliran Sungai Keruh yang berada di wilayah desanya, sudah dinormalisasi. "Hanya saja, karena di hulu jembatan tidak dilakukan pengerukan, air masuk kedesa melalui hulu jembatan. Akibatnya kita tetap merasakan banjir kiriman, dari Desa Talang Padang," jelasnya.
 
Kondisi air saat banjir yang terjadi kemarin sebut dia, di wilayah pemukiman warga ada yang setinggi pinggang orang dewasa. Dia berharap, kedepannya kembali dilakukan pengerukan untuk normalisasi sungai di wilayah hulu jembatan Sungai Air Keruh yang ada di wilayah desanya tersebut.
 
"Memang kita akui, normalisasi masih belum maksimal dilakukan. Kita harap kedepan, normalisasi kembali dilakukan, sebab antara air sungai dan daratan, itu sudah sedataran," tandasnya. (HS-04)
 
By SILAMPARI ONLINE 08 Nov 2017, 06:52:40 WIB

TAGS:

Berita Terkait

Tulis Komentar Anda

About Us · Indeks · E-Paper · Video · Advertise · Privacy Police · Legal Content · Contact Us


Copyright 2017 Silampari Online