Sarankan Mundur Sebelum Dipecat

By SILAMPARI ONLINE 22 Feb 2016, 16:30:19 WIB
Sarankan Mundur Sebelum Dipecat Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan (tengah), Wakil Bupati Musi Rawas Hj Suwarti (Kanan) dan Sekda Musi Rawas H Isbandi Arsyad

Harian Silampari Online, 

MUSI RAWAS - Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Musi Rawas dalam menjalankan tugas diminta lebih fokus mensejahterakan rakyat daripada mengurus kepentingan pribadi. Selain itu kedepan setiap tiga bulan akan dilakukan evaluasi kinerja yang telah dicapai dalam menjalankan program pemerintah. Khususnya pejabat SKPD yang selama ini memiliki pemikiran mencari uang untuk kepentingan pribadi atau keluarga.

Hal ini ditegaskan Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan kepada Harian Silampari melalui HP-nya.
"Setelah 3 bulan kita evaluasi nantinya yang tidak bisa mencapai target diberikan kesempatan 3 bulan lagi. Kalau sudah enam bulan kedepan tidak juga ada perubahan akan kita ganti dengan yang lain yang mampu menjalankan program menuju Mura Sempurna," tegas Hendra. 

Selain itu Hendra menegaskan, selama enam bulan kedepan sejak dilantik menjadi Bupati Musi Rawas, dirinya tidak akan melakukan mutasi pejabat. Namun ia menyarankan bagi pejabat atau kepala SKPD yang pernah terlibat secara terang-terangan ikut berpolitik dengan membagikan uang dalam Pemilukada lebih baik mundur daripada dipecat dari jabatannya.
"Pejabat yang masih mementingkan kepentingan pribadi dan keluarga saya minta untuk sadar dan berubah selama 3 bulan kedepan. Bagi pejabat yang pernah membagi-bagikan uang waktu Pilkada kemarin kita sarankan mundur sebelum dipecat. Karena tidak bagus jadi contoh PNS lain," saran Hendra.

Tindakan tegas terhadap pejabat yang terlibat politik praktis ini menurut Hendra bukan sebagai bentuk dedam pribadi. Namun sebagai pembelajaran bagi PNS agar tidak sekali-sekali ikut mendukung kandidat dalam Pemilukada. Apalagi ikut membagikan uang secara terang-terangan. "Masih banyak PNS yang bisa bekerja. Kita hanya butuh PNS yang mau bekerja mensejahterakan rakyat," ucapnya.

Disisi lain Hendra mengaku akan lebih memperketat perjalanan dinas pejabat ke luar daerah. Apalagi kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan kedinasan. "Tidak ada lagi nanti yang istri pejabat jalan-jalan keluar daerah dengan memanfaatkan fasilitas pemerintah," ucap Hendra.

* Berang Masjid Agung Selalu Rehab

Sementara itu Kondisi Masjid Agung Darusaalam di Komplek Agropolitan Center (AC) Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas masih memprihatinkan, meskipun telah dialokasi dana rehab tahun 2016 sebesar Rp400 juta. Kondisi atap dan plafon masjid yang hancur akibat kebocoran dan membasahi lantai dalam.
“Saya minta diperbaiki atap yang ada, jangan sampai pekerjaan melakukan rehab masjid setiap tahun. Saya minta tidak ada lagi kebocoran sebab sudah dijanjikan pihak rekanan. Bahkan perbaikan dilakukan untuk toilet yang selalu ngantri ketika hendak sholat,”tegas Bupati Mura Hendra Gunawan kepada Harian Silampari, usai sholat Jum’at di Masjid Darussalam.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan,kondisi masjid juga memprihatinkan karena kubah dan atap plafon hancur akibat kebocoran. Setiap saat dilakukan perbaikan sehingga tidak tuntas pengerjaan untuk memperbaiki mesjid saja.
“Saya sudah dengar langsung dijanjikan tahun ini diperbaiki kembali dan dipastikan tidak akan bocor lagi. Zholim kalau proyek masjid juga masih dihajar,”singgungnya.
Menurutnya,jika tidak tuntas juga melakukan perbaikan masjid agung maka ada tindakan yang diambil. Jangan sampai dilakukan pembiaran apalagi sudah dijanjikan dan diyakinkan bahwa tidak akan bocor setelah direhab. Bahkan, diharapkan masjid juga bersih memiliki taman yang bagus karena berada di Jalinsum sehingga banyak orang yang akan singgah menggunakan masjid tersebut.
“Ya saya minta desain Masjid Darussalam ini dapat lebih menarik dari pada saat ini. Apalagi posisinya berada diperlintasan Jalinsum,”ucapnya.
Setelah masjid bagus bersih dan nyaman bagaimana masjid itu ramai. Sehingga, kita akan giatkan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di sekitar sini. Minimal, saat siang sholat zuhur dan ashar bersama disini. Jadi masjid ini aktif dan banyak jemaahnya, bukan hanya megah dan mewah. Melainkan aktivitas di masjid menjadi ramai.
“Kita akan buat formula untuk meramaikan masjid. Minimal dari sholat bersama untuk meramaikan masjid dan meningkatkan iman serta taqwa para PNS di Mura,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (DPUCK), Karyasid Helmi menjelaskan, untuk tahun ini dilakukan rehab untuk masjid agung sebesar Rp400 juta. Lalu untuk toilet dimasukan dalam APBD Perubahan 2016. Karena selama ini toilet sudah tersedia disisi kanan dan kiri masjid. Namun, kecenderungan jemaah menggunakan toilet di sisi kiri.
“Kalau untuk kebocoran yang terjadi itu juga sama terjadi di masjid lainnya. Bahkan pembelajaran di daerah lain dilakukan perbaikan menggunakan kompresor lalu dilakukan pengamparan aspal curah yang tebal. Dan pengalaman yang diperoleh tidak bocor lagi,” jelas Karyasid.
Dia menambahkan, setelah rehab ini tidak lagi kebocoran di atas mesjid agung. Bahkan pihaknya melakukan penyelesaian pemasangan plafon yang ada selama ini. Sehingga, selesai dan dapat dipergunakan tanpa ada kebocoran lagi. (HS-06/13)

 

By SILAMPARI ONLINE 22 Feb 2016, 16:30:19 WIB

TAGS:

Berita Terkait

Tulis Komentar Anda

About Us · Indeks · E-Paper · Video · Advertise · Privacy Police · Legal Content · Contact Us


Copyright 2017 Silampari Online