Tera Ulang Truk Tangki Pertamina

By SILAMPARI ONLINE 10 Okt 2017, 16:04:27 WIB
Tera Ulang Truk Tangki Pertamina Mobil Pertamina saat dilakukan tera ulang agar tidak terjadi kekurangan pengangkutan minyak, Senin (9-10). foto Agus-HS

Silampari Online,


LUBUKLINGGAU – Sejumlah truk tangki angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina, Senin (9/10), berjejer di halaman eks kantor UPTD Metrologi Legal Kota Lubuklinggau. Ternyata keberadaan truk tangki pertamina itu dilakukan untuk pemeriksaan kapasitas tangki apakah sesuai dengan yang seharusnya atau tidak atau disebut juga dengan tera ulang.
    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau, H M Hidayat Zaini melalui Kepala Bidang (Kabid) Metrologi, Dediansyah, mengatakan bahwa tera ulang terhadap sejumlah truk tangki pertamina itu rutin dilakukan setiap tahunnya. Hanya saja jadwal pelaksanaan tera tidak baku. “Jadwal tera fleksibel, tidak ada jadwal yang pasti tetapi yang jelas setiap tahun dilakukan,” ujar Dedi.
    Menurut Dedi, tera ulang tidak hanya dilakukan pada truk tangki pengangkut BBM Pertamina, tetapi juga dilakukan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), timbangan dan semua alat ukur lainnya. Karena semua alat ukur wajib ditera ulang agar ukurannya sesuai dengan yang seharunya. “Tera ulang dilakukan bisa saja karena memang sudah jadwalnya, atau bisa juga karena ada permintaan,” jelas Dedi.
    Tera ulang, tambah Dedi, biasa diminta oleh perusahaan. Karena mereka menginginkan alat ukur yang mereka gunakan sesuai ukuran seharusnya.
    Selain itu, tera ulang juga diterapkan pada pasar tradisional. Ada atau tidak ada permintaan, pelayanan tera ulang timbangan wajib dilakukan untuk menjamin hak konsumen. “Kalau sudah kita tera, bisa diketahui apakah ada alat yang rusak atau tidak, kalau ada yang rusak nanti petugas kita yang bantu memperbaiki,” terang Dedi.
    Untuk pihak-pihak yang sengajak merusak atau mengurangi ukuran, dijelaskan Dedi, tentu akan ada sanksi yang diberikan. Namun biasanya untuk tahap awal dilakukan pembinaan. Tetapi bila memang sudah membandel akan dijatuhkan sanski sesuai dengan UU Metrologi. “Bisa saja denda atau kurungan,” pungkas Dedi.


By SILAMPARI ONLINE 10 Okt 2017, 16:04:27 WIB

TAGS:

Berita Terkait

Tulis Komentar Anda

About Us · Indeks · E-Paper · Video · Advertise · Privacy Police · Legal Content · Contact Us


Copyright 2017 Silampari Online