Waspada Banjir, Siagakan Dua Perahu

By SILAMPARI ONLINE 10 Mar 2017, 02:31:37 WIB
Waspada Banjir, Siagakan Dua Perahu Rendam ; Kebun sawit warga Desa Tri Karya Kecamatan Purwodadi terendam banjir dan dikhawatirkan gagal panen, Kamis ( 9-3-2017)

Harian Silampari Online,


MUSI RAWAS- Debit air sungai musi terus naik, empat kecamatan yang rawan bencana banjir. Terkait hal tersebut Dinas Sosial (Dinsos) Musi Rawas, menyiapkan 100 ton beras dan dua unit perahu untuk evakuasi korban banjir.
"Berdasarkan informasi dari BMKG, bahwa musim penghujan berakhir pada Maret 2017. Sungai musi yang terbesar di Musi Rawas debit airnya naik. Namun masih jauh dari permukiman, kendati begitu tim kami selalu disiagakan,"jelas Kepala Dinsos Musi Rawas Agus Susanto melalui Kasi Tanggap Bencana (Tagana) Bambang, kepada Harian Empat Lawang diruang kerjanya, Kamis (9/3).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kenaikan debit air sungai musi karena dibagian hulu sungai curah hujan masih tinggi. Langkah antisipasi, pihaknya menyiapkan dua unit perahu karet.
"Kami memilik dua unit perahu, namun satunya dalam kondisi rusak pada mesinnya. Dua perahu berada di Kelurahan Muara Lakitan dan Muara Kelingi,"terangnya.
Menurutnya, perahu yang berada di Kelurahan Muara Lakitan, yakni di Kantor Camat Muara Lakitan dan mesinnya rusak, sedangkan di Muara Kelingi berada di rumah warga. Dua tempat tersebut sudah menjadi langganan banjir setiap tahun.
“Ada empat kecamatan yang rawan banjir yakni Muara Lakitan, Muara Kelingi, Megang Sakti dan BTS Ulu. Biasanya jika intensitas curah hujan diwilayah Kabupaten Musi Rawas tinggi, maka BTS Ulu dan Megang Sakti yang terendam banjir, jika hujan dihulu sungai musi maka Kecamatan Muara Kelingi dan Muara Lakitan yang terendam bajir,"bebernya.
Disinggung mengenai penyebab empat Kecamatan tersebut menjadi langganan banjir. Maka dirinya mengakui dikarenakan adanya muara sungai, seperti di Megang Sakti, disana pertemuan tiga sungai yakni sungai Senaro, Kikip dan Lakitan, di Kelurahan Muara Kelingi yakni muaranya sungai kelingi, di Muara Lakitan yakni Muara Sungai Lakitan dan Semangus.
"Jika untuk Kecamatan BTS Ulu, tepatnya di Desa Sembatu Jaya, desa tersebut dilintasi dua sungai yakni sungai sembatu dan sungai pering. Kedua sungai tersebut bermuara ke sungai semangus,"paparnya.
Selain itu, untuk menghadapi bencana banjir, pihaknya menyiagakan dua unit mobil yakni mobil dapur umum dan rescue. Selain itu, ada beras bantuan dari Provinsi Sumsel sebanyak 100 ton yang berada di Bulog dan siap diambil kapan saja.
"Ketika ada banjir segera langsung dapat disalurkan bantuan, makanya diminta kepada kepala desa yang wilayahnya rawan banjir, agar segera melapor bila terkena bencana. Sehingga, laporan dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan, sehingga bencana cepat mendapatkan penanganan. Bahkan, untuk personil yang disiagakan sebanyak 30 orang, namun bila nanti kurang maka dapat meminta bantuan tagana dari kebupaten tetangga seperti Lubuklinggau, Empat Lawang dan Muratara,"akunya.
Sementara itu, Kades Sembatu Jaya Samsul Bahri menjelaskan, selama 2016 desa sudah dua kali terendam banjir, dan pihak pemerintah Kabupaten baik itu Dinsos maupun BPBD, sigap membantu masyarakat.
"Dua kali terkena bencana banjir, Pemkab Musi Rawas turun langsung menangani masyarakat, baik menyalurkan bantuan logistik maupun obat-obatan. Tentunya, kita sangat berterima kasih,"pungkasnya. (HS-02).

By SILAMPARI ONLINE 10 Mar 2017, 02:31:37 WIB

TAGS:

Berita Terkait

Tulis Komentar Anda

About Us · Indeks · E-Paper · Video · Advertise · Privacy Police · Legal Content · Contact Us


Copyright 2017 Silampari Online