Satu Untuk Semua

“Berjalan Kaki Susah, Apalagi Naik Motor”

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Kondisi Jalan Poros Desa Sembatu Jaya Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas (Mura), sejak beberapa bulan terakhir kondisi semakin memprihatinkan. Bahkan, jalan poros satu-satunya untuk masyarakat Sembatu Jaya beraktifitas baik dalam maupun keluar Desa ini berlumpur dan sulit untuk dilalui  kendaraan.

“Memang jalan poros ini tahun 2017 lalu ada pembangunan penimbunan jalan dari Pemkab Mura. Namun sejak musim penghujan beberapa bulan terakhir jalan menjadi rusak parah dan sulit dilintasi kendaraan baik roda dua maupun kendaraan roda empat lain,”kata Jamin, warga setempat Kepada Harian Silampari, Minggu (26/2).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kondisi jalan rusak ini sangat mengkhawatirkan warga yang tinggal di Desa tersebut. Apalagi jalan tersebut akses satu satunya yang selalu digunakan masyarakat untuk beraktifitas dan jalan ini juga selalu dilintasi anak-anak untuk berangkat sekolah. “Kami para orang tua sangat khawatir kalau anak pergi sekolah. Karena kondisi jalannya sangat jelek berjalan kaki saja susah apa lagi naik motor,”terangnya.

Menurutnya, semenjak kondisi jalan semakin parah selalu mengantar anaknya untuk berangkat ke sekolah. Sebab, bila tidak begitu belum sampai ke sekolah pakaiannya kotor karena terkena lumpur.
“Anak saya ada dua satunya baru kelas lima SD setiap pagi sebelum berangkat kekebun saya selalu mengantar anak terlebih dahulu kesekolah. Karena khawatir anak saya belum sampai kesekolah sudah mandi lumpur,”ceritanya.

Selain itu, sudah hampir tiga minggu terakhir anaknya sekolah membawa pakaian ganti. Karena pakaian yang digunakan dari rumah menuju sekolah sudah pasti kotor karena melintas jalan yang rusak parah tersebut. “Hampir setiap hari anak saya berangkat sekolah bawak pakaian ganti. Karena jika tidak membawa pakaian ganti seragam sekolahnya belum sampai kesekolah sudah kotor dengan lumpur,”ungkapnya.

Terlepas dari itu, kondisi jalan rusak para tersebut diperkirakan kurang lebih sepanjang 1 kilo meter. Dimana, ia menduga salah satu faktor yang menyebabkan jalan mengalami kerusakan karena banyaknya kendaraan pengangkut sawit melintas di daerah tersebut. “Saya menduga selain faktor alam yang merusak jalan juga disebabkan oleh mobil pengangkut buah kelapa sawit dari hutan kawasan,”pungkasnya. (HS-02)

Komentar
Loading...