Bripka Iwan Berhasil Bebaskan

    139
    JAGA : Sejumlah aparat melakukan penjagaan di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Rabu (9/5) malam. Foto : Istimewa (Issak Ramadan/JawaPos.com).
    Advertisement

    Silampari Online,

    DEPOK- Tim Negosiasi Mabes Polri berhasil membebaskan Bripka Iwan Sarjana, Kamis (10/5) pagi. Pembebasan yang dilakukan, ini setelah negosiasi yang cukup alot.

    Bripka Iwan sebelumnya disandera narapidana kasus terorisme dalam kericuhan di Rutan Mako Brimob, yang telah menewaskan 6 orang, Rabu (8/5). 

    “Ya sudah, lewat cara negosiasi. Kami pakai cara persuasif,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, seperti yang diberitakan JawaPos.com.

    Dia menambahkan, Bripka Iwan sudah dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami beberapa luka.”Sudah dibawa ke RS,” cetus dia.

    Setyo mengungkapkan, para narapidana sempat meminta makanan kepada Tim Negosiasi dari Mabes Polri. Dari situ, timnya kemudian melakukan negosiasi lewat alat komunikasi. “Sekarang masih berlanjut. Ada beberapa hal sedang didiskusikan,” lanjut dia.

    Setyo juga menjelaskan bahwa masih ada senjata yang dikuasai para napi terorisme. “Tapi situasi sudah cukup kondusif. Sekarang tim negosiasi sedang bekerja,” terangnya.

    Diceritakannya, ketika proses negosiasi berlangsung, para narapidana kasus terorisme meminta makanan. Sebagai kompensasinya, mereka mau melepas Bripka Iwan.

    “Tim Negosiasi berkomunikasi dengan mereka. Dari situ, para napi minta makanan. Kemudian kami bujuk mereka. Setelah itu baru (Bripka Iwan dibebaskan),” ujar Setyo.

    Ditanya soal rincian makanan yang diberikan kepada para napi, Setyo tak mau banyak berkomentar. Pun ketika awak media menanyakan berapa porsi yang diminta napi.

    “Itu rahasia, kami tidak bisa memberi tahu karena ini masalah teknis,” cetus Setyo sambil melempar senyum kepada para pewarta.

    Setyo menambahkan kalau Bripka Iwan saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. “Ada sejumlah luka. Sekarang sedang dibawa ke RS,” tutup Setyo.

    Adapun dalam kerusuhan yang terjadi Rabu (8/5) malam, total ada 6 korban tewas. Lima di antaranya merupakan anggota kepolisian.

    Mereka adalah Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny, dan Bripda Wahyu Catur Pamungkas. Sementara satu orang lainnya merupakan napi kasus teroris di Pekanbaru, Abu Ibrahim alias Beny Syamsu. (HS/mam/sab/JPC)