Caleg Lebih Mementingkan Diri Sendiri

183
FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI
Eka Rahman
Advertisement

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Pengamat politik Eka Rahman mengatakan bicara skala prioritas dipastikan para caleg akan lebih fokus mengkampanyekan diri sendiri sebagai caleg dibandingkan mengkampanyekan capres/cawapres.

Menurutnya, jadi atau tidaknya mereka sebagai caleg adalah langsung kepentingan para caleg itu sendiri, apakah itu kepentingan ekonomi, prestise, dan sebagainya.Sementara siapapun jadi presiden dan wapres, belum tentu mengakomodir kepentingan caleg. Apalagi jika berbicara caleg yang bukan dari PDIP atau Partai Gerindra, tentu bicara Coat Tail Effect (efek ekor jas) sangat relevan.

“Bahwa yang paling mendapat keuntungan dari efek capres/cawapres adalah parpol tempat calon kontestan berasal yaitu PDIP dan Gerindra, contoh survei-survei terakhir sudah menempatkan kedua parpol tersebut pada rangking teratas secara elektabilitas,”jelas Eka Rahman.

Pada sisi lain, walaupun berada dalam satu koalisi dengan mengusung capres/cawapres yang sama, namun dalam konteks pileg antar parpol koalisi adalah kompetitor yang saling bersaing memperoleh kursi terbanyak.

“Saya pikir sikap DPP Partai Demokrat yang lebih memprioritaskan kepentingan internal parpol dalam pileg adalah sikap realistis melihat perkembangan politik terkini, karena ini adalah moment pileg/pilpres serentak pertama sepanjang sejarah Republik,”terangnya.

Berbicara keuntungan, Eka berpikir caleg akan realistis melihat respon konstituen, jika figur capres/cawapresnya mendapat respon yang positif dari pemilih dan ada keuntungan bagi elektabilitas para caleg, mereka pasti akan gunakan figur tersebut dalam kampanye di dapil masing-masing.

Sebaliknya, jika figur capres/cawapresnya berbeda bahkan mendapat resistensi dari pemilih serta tidak mendatangkan keuntungan bagi peluang caleg memperoleh kursi di dapil, pasti mereka tidak akan kampanyekan. Karena hubungan figur capres/cawapres dengan kepentingan parpol dalam pileg tidaklah sselalu signifikant dan sebangun, bahkan mungkin bertolak belakang.
Sementara itu M Fadilah Harnawansyah juga selaku pengamat politik mengatakan pengaruh pilpres dengan pileg tidak memiliki siginifikansi positif terhadap caleg RI, Prop dan Kab/kota.

“Mereka para caleg akan melihat peta dukungan masyarakat terhadap salah satu capres, baru mereka akan mengkampanyekan capres yang didukung. Namun ketika peta politik tidak memungkinkan maka mereka tidak akan mengkampanyekan capres tersebut,”jelasnya.

Fadilah mengungkapkan masyarakat memang akan cukup bingung dalam menentukan pilihan, sehingga dari 5 surat suara yang akan dicoblos belum tentu semuanya akan dipilih oleh masyarakat. Karena hal itu sangat tergantung dengan kondisi sosialisasi para caleg atau kandidat Caleg dan capres itu sendiri.

“Apabila masyarakat mendapatkan sentuhan dara para caleg/capres maka masyarakat dapat menjatuhkan pilihan mereka. Tentunya hal ini sangat tergantung dari kampanye yang telah dilakukan terhadap masyarakat,”pungkasnya.(HS-02)