De’Lapan Band

    167
    FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI
    De'Lapan Band
    Advertisement

    Silampari Online,

    Beberapa hari terakhir, netizen pengguna media masa facebook dan instagram dihebohkan dengan video klip beberapa anak pelajar yang menyanyikan lagu berjudul “Dusun Batu Urip”.

    Respon masyarakat cukup positif melihat video klip tersebut, namun sudah tahukah kita siapa saja kedelapan pelajar tersebut.

    Band ini mereka namai De’Lapan sesuai dengan jumlah personil, dan nama sekolah mereka SMP Negeri 8 Lubuklinggau. Band ini terbentuk tahun 2018 lalu terdiri dari Viola aidisca (vocal), Liza Sawitri (Vocal), M.Anugerah Ramadhani (Keyboard),Jeki (Gitaris),Chenan Bagas (Bass),M.Rafli Maulana (Darbuka), Destio Alamdas (Akordion) dan Wiwit Febriani (Perkusi).

    Lagu berjudul Dusun Batu Urip menceritakan tentang kebudayaan lokal batu urip yang merupakan icon kota lubuklinggau yang masih menjaga ketradisionalannya. Lagu tersebut diciptakan Ujang Kaidin, dan diaransemen oleh Usran Jailani.

    Ujang mengatakan proses pembuatan video klip tersebut semuanya dilakukan secara manual, dengan menggunakan handphone. Lagu tersebut setahun yang lalu dibuat, namun hanya dikonsumsi untuk pribadi dan sekolah. Disetiap event sekolah, De’lapan membawakan lagu tersebut.

    “Karena banyak yang senang dan mengusulkan dibuat video klip, maka kita buat dan alhamdulilah, hasilnya bisa kita lihat di facebook saya Ujang Kaidin,”katanya.

    Direspon positif banyak masyarakat karena ada identitas budaya lokal yakni dusun batu Urip , karena masyarakat senang dan bangga dengan lagu itu.

    Dalam syair lagu tersebut, De’lapan menceritakan kearipan masyarakatnya, yakni rukun,ramah santun dan berbudi, apalagi daerah Batu Urip memang memiliki ciri khas tersendiri yakni berada dekat dengan aliran Sungai Kelinggi. Dilagu itu 30 persen menggunakan bahasa daerah selebihnya bahasa sehari hari masyarakat Lubuklinggau.

    Hal uniknya, dari semua personil De’lapan tidak ada satu orangpun warga batu urip, meskipun SMPN 8 Lubuklinggau dekat dengan Batu Urip, berkat cinta budaya lokal, personil berhasil membawakan lagu tersebut dengan baik.

    Satu yang menjadi harapan terbesar Ujang, sekolah memiliki alat band lebih baik kedepannya. Alat band saat ini masih kurang, bahkan tak jarang mereka meminjam/menyewa.

    “Kreativitas bila didukung sarana prasarana yang baik, maka akan menghasilkan output luar biasa baik,”ujarnya.

    Sementara itu Viola sang vokalis mengaku senang, hasil karya mereka direspon positip masyarakat kota Lubuklinggau. Mereka tidak menyangka bakal disenangi , padahal video klip itu hanya untuk hiburan semata. “Kita ucapkan terimakasih banyak kesemuanya,”kata Viola.

    Meskipun begitu, mereka belum merasa puas dengan satu video klip, mereka berencana ingin membuat video klip lagi, namun belum tahu kapan akan terealisasi.

    “Ingin sekali, kalau lebih banyak video klip yang kita buat,”kata Viola.

    De’lapan Band sendiri memiliki jam terbang yang lumayan baik, dimana mereka sebelumnya pernah tampil di Lippo mall, mengisi acara zona muda.

    “Semoga Delapan akan terus berkiprah, dan menghibur orang banyak,”harapnya.

    Sementara itu Kepala SMPN 8 Lubuklinggau Niswanti tidak menyangka respon masyarakat terhadap video klip yang dinyanyikan anak didiknya itu diapresiasi bagus oleh masyarakat.

    “Tentu kita ucapkan terimakasih, perhatian itu nantinya dapat menjadi motivasi lebih besar bagi anak didik kita, untuk terus menelurkan hal-hal yang berdampak positif,”akunya.

    Dengan adanya video klip tersebut, diharapkan mampu menjadi literatur genersi anak muda, untuk mengangkat budaya lokal lainnya tekhusus budaya lokal di Kota Lubuklinggau.

    “Masih banyak yang dapat dieksplor, bisa dengan car bermusik,atau dengan cara lain, terpenting hal itu berbuah positif,”pungkasnya.(HS-02)