Satu Untuk Semua

Deru Janji Dirikan Pabrik Ban

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, khususnya di dua kecamatan yakni, Kecamatam Tebing Tinggi dan Kecamatan Saling, sangat berharap pada kenaikan harga jual getah karet. Jika harga jual getah karet tingkat petani mengalami kenaikan, otomatis taraf hidup masyarakat juga akan meningkat.

Hal tersebut dikataakan salah seorang tokoh masyarakat di Desa Kotagading, Kecamatan Tebing Tinggi, Marsidi. Dia mengatakan, hampir seluruh masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, bergantung hidup dari pertanian. Di desanya sebut mantan kades tersebut, masyarakat hanya mengadalkan pengahasilan dari hasil penyadapan karet, karenanya naiknya harga karet akan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. 

“Kami hanya bergantung pada karet dan sawah tadah hujan. Adanya kenaikan harga karet, otimatis akan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Karena itu kami berharap kedepan harga jual getah karet dapat meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru mengatakan, mendirikan pabrik pembuatan ban, di Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan salah satu cara meningkatkan harga jual getah karet di tingkat petani, dalam provinsi ini. Adanya pabrik ban di Sumatera Selatan, setidaknya telah memutus lima mata rantai pemasaran getah karet di provinsi Sumsel, yang tentunya dapat meningkatkan harga jual getah karet di tingkat petani dalam provinsi ini.

“Kalau pabrik ban ini kita dirikan di Sumsel, akan memutus lima mata rantai. Bahwa karet itu diproses menjadi ban, harus dikirim di luar negeri dengan delapan mata rantai, kalau kita di Sumsel ini ada pabrik ban, ada lima mata rantai pemasaran yang terputus,” ungkap Deru, saat menyampaikan sambutannya di tengah masyarakat Desa Kotagading Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, dalam rangkaian kegiatan kampanye dialogis di kabupaten yang bersemboyan Saling Keruani Sangi Kerawati, tersebut, Senin (16/4).

Menurut Deru, jika lima mata rantai pemasaran getah karet asal petani Sumsel diputus, jika satu rantai saja mereka ambil untung Seribu per kilogram (kg), artinya sudah ada Rp5 ribu per kg yang akan dikembalikan ke petani karet. “Kalau sebelum diputus mata rantai harganya Rp5 ribu per kg, setelah diputus, harga karet di tingkat petani, bisa Rp10 ribu per kg, itu yang kami programkan,” urainya.

Lanjut Deru, dirinya bersama H Mawardi Yahya, memprogramkan hal tersebut untuk meningkatkan harga jual getah karet dengan mendirikan pabrik ban, jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, priode 2019-2023 mendatang. “Selain itu, kita juga memprogramkan perbaikan menyeluruh terhadap jalan di seluruh privinsi Sumsel. Sebab, buruknya infrastruktur jalan, akan berdampak kepada tingginya harga kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Selain itu kata dia, program sekolah gratis akan menjadi prioritas kerja dia bersama Wakil Calon Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya. Setidaknya kata dia, program sekolah gratis, bukan hanya sampai tingkat SMP, wajib belajar setidaknya harus 12 tahun. “Jika dulu ada sekolah gratis sampai SMA, kini kan tidak ada lagi. Ini harus kita hidupkan lagi dan aku ingin, masyarakat Sumsel, harus sekolah tanpa biaya hingga 12 tahun, ini bukan hanya janji politik,” cetusnya. (HS-04)

Komentar
Loading...