Diduga Salah Cek Golongan Darah Pasien

    191
    Advertisement

    Silampari Online,

    EMPAT LAWANG – Oknum pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang, diduga salah mengecek golongan darah pasien yang akan menjalani operasi karena diagnosa sakit kanker rahim.

    Hal ini diungkapkan salah seorang keluarga pasien yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Empat Lawang. Permasalahan ini terungkap setelah pihak keluarga pasien mendatangi Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Lubuk Linggau. Rabu (9/1) malam.

    Ia mengaku merasa menyesalkan kesalahan yang diduga dilakukan oknum pegawai di RSUD Empat Lawang yang salah mengecek golongan darah keluarganya itu. Seharusnya bergolongan darah A namun disebut bergolongan darah O.

    “Oknum di RSUD Empat Lawang mengecek pasien berdarah O, namun saat dibawa ke PMI Lubuk Linggau dan dicek ulang ternyata pasien berdarah A,” sesalnya.

    Diakuinya, awalnya dia tidak mengetahui kalau pasien memiliki darah A, karena dari hasil pemeriksaan pihak RSUD Empat Lawang, disebutkan keluarganya itu bergolongan darah O. Namun dia baru mengetahuinya setelah dicek kembali oleh petugas PMI di Lubuklinggau. 

    “Nah, waktu itu. Kami sudah membawa kerabat dengan golongan darah O untuk didonorkan darahnya. Karena darah pasien A jadi darah O yang didonorkan tersebut kami serahkan ke pihak PMI dan kebetulan stok darah A tersedia,” ungkapnya.

    Sementara Direktur RSUD Empat Lawang, Devi Ariyanti saat dihubungi wartawan melalui telpon pribadinya menjelaskan, sebenarnya darah pendonor yang ingin mendonorkan darahnya tersebut ketika di periksa di lab belum jelas.

    “Nah, ketika diperiksa petugas kita di lab. Si pendonor darah ini HBnya 6, untuk standarnya HB itu harus 12, jadi darah yang belum jelas ini ialah darah si pendonor,” jelasnya.

    Ditambahkan Devi, pihaknya juga menyarankan kembali kepada pendonor untuk mengecek kembali ke Linggau untuk memastikan golongan pendonor O atau A. “Kalau untuk pasien membutuhkan darah O,” terangnya.

    Saat ditanya berapa darah yang dibutuhkan pasien untuk darah, Devi pun tidak mengetahuinya. “Kurang tahu berapa darah yang dibutuhkan. Coba tanya ke pasiennya,” tukasnya. (HS-05)