Disperindag Jamin Ketersediaan Kebutuhan Pokok

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang mengakui harga bawang putih seluruh daerah mengalami kenaikan luar biasa namun, kenaikan tersebut juga berdampak kepada masyarakat Empat Lawang.

Muat Lebih

Kepala Disperindag Empat Lawang Rudianto kepada wartawan mengakui keluhan di kalangan masyarakat saat ini ialah harga bawang putih yang melonjak tinggi, namun meskipun demikian Disperindag Empat Lawang menjamin kebutuhan bahan pokok untuk Empat Lawang masih normal dan belum dikatagorikan langkah.

“Ya, memang harga bawang putih mengalami kenaikan, namun untuk di Empat Lawang sendiri di beberapa pasar besar masih tergolong aman untuk kebutuhan mayarakat,” kata Rudianto kepada wartawan, Kamis (9/5/2019).

Kenapa masih aman lanjut Rudi, mengingat kebutuhan dikalangan masyarakat masih bisa dianulir dan sehingga ia menjamin untuk kebutuhan mendasar selama bulan Ramadan khusus di Kabupaten Empat Lawang cukup.

“Selama Ramadan ini kebutuhan mendasar di kalangan masyarakat masih cukup dan tidak dikatagorikan kurang salah satu contoh kebutuhan daging untuk Ramadan kita masih aman bahkan harganya masih tergolong normal kalau kita bandingkan dengan daerah lain,” jelasnya.

Berdasarkan hasil peninjauan ke beberapa pasar bersama dengan YLKI dan Polres Empat Lawang dan Dinkes dapat disimpulkan untk kebutuhan pokok selama Ramadan masih aman mulai dari segi harga tidak ada naik begitu signifikan, seperti bawang putih, gula curas dan daging,

“Hal wajar dikarenakan meningkatnya permintaan sedangkan stok bahan kebutuhan pokok dipasar terbatas, dan untuk harga masih dalam kategori stabil tidak begitu naik, cuma ada beberapa bahan kebutuhan pokok yang naik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua YLKI Lahat Raya (Empat Lawang, Lahat, Pagaralam dan Muaraenim), Sanderson menuturkan, untuk memenuhi permintaan konsumen yang meningkat, biasanya, ini menjadi ajang pelaku usaha yang nakal untuk mengeluarkan stok barang yang mendekati expired, berbagai pola dan diskon ataupun bentuk strategi dagang lainnya yang curang untuk menghabiskan barang dengan harga Murah.

“Jangan sampai konsumen dijadikan objek untuk menghabiskan stok bahan yang sudah mendekati kadaluwarsa,” ingatnya. (HS-05)