Satu Untuk Semua

Dua Jabatan Sekretaris OPD Kosong

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Setidaknya dua jabatan Sekretaris di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) mengalami kekosongan. Kekosongan tersebut disebabkan karena dua pejabat yang mengisi jabatan tersebut sudah harus Purna Bhakti atau Pensiun.

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Rudi Irawan Ishak melalui Kasubid Kesejahteraan dan Pensiun, Mala mengatakan, tercatat dari Januari-Desember tahun ini sebanyak 163 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan atau telah Purna Bhakti.

“Untuk 163 ASN yang Pensiun tersebut merupakan dari berbagai OPD dan sebagian besar di Dinas Pendidikan (Disdik) Mura,” jelas Mala kepada Harian Silampari, Rabu (16/5) diruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa untuk sejumlah ASN yang memiliki jabatan dan telah Pensiun hingga Mei ini diantaranya Camat Tugumulyo, Purwodadi dan terbaru Sumber Harta. Termasuk Sekretaris Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) serta Sekretaris Dinas Perkebunan.

“Untuk September dan Oktober mendatang Sekretaris Perikanan dan Sekretaris Daerah (Sekda) juga akan Purna Bhakti. Bahkan, untuk berkas Pensiunnya sudah kami terima,” terangnya.

Menurutnya, untuk proses pengurusan Pensiun setelah adanya berkas masuk ke BKPSDM maka selanjutnya akan diteruskan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pusat untuk dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Purna Bhakti. “Terhitung setelah SK keluar maka untuk proses gajinya akan disesuaikan dengan jumlah gaji pensiun,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubid Pemindahan dan Penempatan Pegawai, Capri Brata Putra menjelaskan, untuk jumlah pegawai yang mengajukan pindah ke Mura sebanyak 16 ASN yang terdiri dari pelaksana, jabatan fungsional, tenaga kesehatan dan pendidikan.

“Dari 16 ASN hanya dua yang sudah ada SK penempatan kerja. Sedangkan, untuk lainnya baru sebatas persetujuan pindah dari Bupati,” tutur Capri.

Hanya saja, untuk pindah ke Mura tidak serta merta begitu saja. Melainkan, harus melalui proses tahapan mulai dari pengajuan dan seleksi berkas, tes potensi dan terakhir narkoba ke BNN Mura yang hasilnya akan dsmpaikan ke Bupati. “Kalau untuk ASN yang keluar sejauh ini baru 10 pegawai. Dimana, untuk alasannya pindah keluar karena pengembangan karier, ikut suami atau istri dan mayoritas mengabdi ke daerah asal,” pungkasnya. (HS-03)

Komentar
Loading...