Satu Untuk Semua

Duda Tewas Ditemukan Tanpa Busana 

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Warga Jalan Patimura, Gg Langgar, RT 04, Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kamis (22/3) geger. Salah seorang warga setempat Paim (42) ditemukan tewas dalam kamar rumahnya, sekitar 11.30 WIB. Korban tewas dalam kamar dengan posisi terlentang tanpa busana dalam keadaan kaku dan membusuk. Korban tinggal di rumah tersebut seorang diri dan berstatus duda dengan anak dua. Dugaan Polisi korban meninggal dikarenakan sakit. Apalagi keterangan warga sekitar menyebutkan, korban tiga hari yang lalu sempat pulang ke rumah hujan-hujanan pulang dari yasinan.

“Dugaan karena sakit. Sebab tiga hari sebelumnya dia hujan-hujanan. Lalu masuk rumah, tidak keluar lagi selama tiga hari,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Hadi Sutriyanto.

Polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah mendapat informasi warga yang mencium bau tidak sedap dari rumah korban. Lantas di TKP, Polisi bersama Ketua RT setempat serta warga mendobrak pintu depan rumah.  “Pintu kami dobrak sama-sama. Ditemukan ada mayat didalam kamar posisi telanjang bulat, sudah busuk, terlentang,” ungkapnya.

Kemudian pihak Polsek Lubuklinggau Timur menghubungi tim identifikasi Polres Lubuklinggau untuk meluncur ke TKP guna mengetahui penyebab kematian korban. Setelah dilakukan pengecekan di TKP, tim identifikasi tidak menemukan adanya bekas atau tanda-tanda kekerasan pada korban. Dan barang-barang korban tidak ada yang hilang. “Pihak keluarga tidak mau diminta visum. Karena langsung mau dikebumikan,” katanya.

Sementara itu, Isnin (53), sepupu korban mengatakan dirinya pertama kali yang menaruh curiga, kenapa korban tidak terlihat sudah beberapa hari. Saat itu dia mendapat kabar dari langganan ojek korban. Korban diketahui berstatus duda anak dua dan bekerja sebagai tukang ojek. “Dapat kabar dari langganan dia, ngomong kalau Paiman (korban) sudah dua hari tidak menjemput,” jelas Isnin.

Mendapat kabar tersebut, Isnin datang ke rumah korban untuk memastikan kenapa sudah dua hari tidak ngojek. Lantas Isnin bertanya ke tetangga depan rumah korban, menanyakan korban ada dirumah atau tidak. Namun tetangganya itu mengatakan hal yang sama bahwa sudah dua hari tidak melihat korban. “Jadi saya intip dari kaca jendela depan rumah. Kok ada lalat. Kemudian saya curiga. Dari kaca depan rumah yang pecah, saya sedikit memasukan hidung dari celah kaca pecah, lalu tercium bau busuk,”  jelasnya.

Lantaran curiga, Isnin memberitahukan ke warga dan Ketua RT setempat. Tak berselang lama, warga yang datang bersama Polisi langsung mendobrak pintu depan rumah. Dan setelah dicek kedalam rumah, korban ditemukan didalam kamar dengan posisi terlentang tanpa busana. “Sudah meninggal di dalam kamar. Sudah membengkak seluruh tubuh dengan menimbulkan bau menyengat,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua RT 4 tempat tinggal korban yakni Rizal menjelaskan terakhir dirinya sempat bertemu korban pada Senin malam diacara yasinan. Saat itu kondisi korban sehat-sehar saja. “Hanya itu, setelah itu dapat kabar hari ini kalau dia meninggal,” ujarnya.

Sepengetahuannya, almarhum semasa hidup merupakan warga yang aktif dan bersosialisasi dengan warga. Dan kesehariannya, korban tinggal sendirian dirumahnya itu. Disamping itu, korban merupakan duda dan bekerja sebagai tukang ojek.(HS-09)

Komentar
Loading...