Dwi : Perlu 400 Hektar Lahan

    65
    Advertisement

    Silampari Online,

    REJANG LEBONG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong mengaku, kesulitan mencari lokasi baru untuk program transmigrasi. Hal ini dikarenakan ketersediaan lahan yang harus memenuhi 400 hektar untuk 100 kepala keluarga (KK).

    Kepala Disnakertrans Kabupaten Rejang Lebong, Dwi Purnamasari mengatakan, untuk mengadakan program transmigrasi mereka. Setidaknya menyiapkan lahan baru seluas 400 hektare, dengan jumlah pesertanya sebanyak 100 kepala keluarga (KK).

    “Mengadakan program transmigrasi ini minimal kita harus menyiapkan lahan seluas 400 hektare di dalam satu lokasi, dengan jumlah pesertanya sebanyak 100 KK. Saat ini lahan transmigrasi di Rejang Lebong dengan luasan seperti itu sulit didapatkan,” kata Dwi.

    Dijelaskan Dwi, dalam program transmigrasi harus ada warga yang mau menyerahkan lahannya atau dihibahkan, guna dijadikan lokasi transmigrasi. Dimana, mereka ini nantinya akan menjadi bagian dari program itu sebagai peserta transmigrasi lokal.

    “Saat ini belum ada warga yang menghibahkan lahannya untuk dijadikan lokasi transmigrasi. Lahan yang dihibahkan ini nantinya dua hektare diberikan kepada peserta transmigrasi dari luar dan dua hektare untuk peserta transmigrasi lokal,” terang Dwi.

    Sementara itu, program transmigrasi ini Pemerintah tidak menyediakan lahan transmigrasi, namun akan membangun sarana dan prasarana pendukung termasuk jatah hidup selama beberapa tahun berjalan termasuk bantuan lainnya. Guna mendorong terbentuknya desa defenitif baru.

    “Pengembangan lahan transmigrasi baru, selain tidak memiliki lahan juga belum memiliki Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT). Kendati, demikian saat ini sudah ada dua kecamatan di Rejang Lebong yang dinilai oleh Pemerintah pusat guna penetapannya yakni Kecamatan Padang Ulak Tanding dan Bermani Ulu Raya,” singkat Dwi. (HS-06)