Gadai HP Berujung Pembunuhan

745
Advertisement

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Penyidik polres Rejang Lebong (RL), Kamis (16) menggelar rekontruksi atau reka ulang kejadian pembunuhan terhadap Zulman Hakim (18) warga Desa Bukit Batu kecamatan Padang Ulak Tanding oleh teman akrabnya sendiri AW (18). Warga Talang Langgar Desa Bukit Batu Kecamatan setempat pada (30/4) lalu halaman belakang Mapolres.

Rekontruksi sendiri dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek PUT Ipda Azzhara,pihak kerjaksaan Rejang Lebong korban diperankan anggota polisi kemudian saksi diperankan oleh saksi mata langsung saat kejadian dimana adegan dikemas sebanyak 18 adegan dimulai dari Senin malam Selasa (29/4) selepas magrib korban Zulman Hakim,tersangka AW dan Iwan,agus serta Randi berkumpul didesa Talang Langgar dan ingin pergi ke Desa Bukit Batu untuk menghadiri pesta muda-mudi.

Kemudian pada adegan yang kedua korban beserta rekan-rekannya membeli minumam keras setelah tiba di Desa Bukit Batu tidak jauh dari lokasi pesta kemudian usai minum mirtas Korban bersama tersangka AW dan saksi Iwan naik ke atas panggung pesta untuk berjoget.

Setelah itu saksi iwan turun dari panggung kemudian disusul tersangka dan korban kemudian tersangka dan korban berinisiatif menggadaikan HP milik tersangka kepada Amin seharga Rp 50.000 dengan kesepakatan Hp tersebut ditebus secara bersama-sama untuk kembali membeli minuman keras.

Adegan yang ke Empat selasa (30/5) sekitar pukul 01.00 wib tersangka Aw,Korban,saksi Iwan,Randi,Agus berkumpul memutuskan pulang ke dusun Talang Langgar dalam perjalanan saksi Iwan memutuskan untuk beristirahat dipinggir sungai sedangkan saksi Agus,Randi memutuskan untuk langsung pergi ke pulang ke pondoknya masing-masing, sedangkan korban Mandi,setelah itu tersangka meminjam pisau kepada saksi iwan setelah itu korban, tersangka serta saksi kembali turun ke desa Bukit Batu untuk menemui Amin guna menebus HP yang telah digadaikan.

Setiba didesa Bukit Batu ketiganya memesan mie rebus disebuah warung kemudian makan mie setelah itu tersangka berkata kepada korban “ Zul peklah kito ambik henpon kek amin lalu korban menjawab “ kemudian dijawab korban “ kau cetek nian maso duit 50.000 bae “ kemudian kembali dijawab tersangka “ Bukan masalah ceteknyo kitakan lah janji nebus samo-samo kemudian korban mendorong tersangka dan saksi Iwan melerai keduanya. Kemudian ketiganya melanjutkan perjalanan ke rumah saksi Amin setiba dirumah amin ternyata amin tidak ada di rumah, ketiganya kembali memutuskan untuk pulang ke dusun Langgar.

Pada adegan ke 10 ditengah perjalan korban dan tersangka kembali cekcok mulut dan korban ingin melempar tersangka dengan batu namun berhasil dilerai saksi Iwan kemudian ketiganya melanjutkan perjalanan dengan posisi korban berjalan paling depan,kemudian diikuti saksi iwan dan yang paling belakang tersangka.

Adegan ke 13 ditengah perjalana korban kembali ribut mulut dengan tersangka dan mengatakan “ tengoklah besok keluarga kau aku andun “ kemudian dijawab tersangka “ kau ko lah ndak nian Zul “.

Kemudian tersangka mencabut pisau dan langsung menghu8jam ke dada bagian kiri sedangkan saksi iwan sempat melerai dan jempol sebelah kiri iwan pun ikut tergores pisau oleh tersangka seketika korban jatuh bersimbah darah kemudian kedua pergi.

Setelah itu saksi iwan berkata “ peklah balik kepondok aku bae “ kemudin tiba dipondok tersangka dan mengatakan kepada orangtuanya bahwa dirinya berkelahi dan menusuk temannya Zulman setelah itu tersangka ,saksi agus,iwan randi melihat korban sudah bersimbah darah kemudian orang tua (sarman) dari tersangka mengajak tersangka pulang ke Curup untuk menyerahakan diri ke mapolrtes Rejang Lebong

“Tersangka dan korban teman akrab dan karena dibawa pengarui minuma keras itulah keduanya naik pitam sehingga ribut mulut hingga terjadi penusukan yang mengakibatkan korban Zulman meninggal dunia,bisa dilihat dari pergi nonton organ minum miras hingga pulang bersama-sama, “ ungkap Ipda Azhara.

Untuk pasal sambung Ipda Azhara yang kita terapkan yakni pasal 338 subsideir 351 pasal 351 ayat 3 penganiayaan sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan acaman 15 tahun kurungan penjara.

“Rekontruksi ini untuk melengkapi berkas perkara sehingga ketika sudah lengkap akan segerah kita limpahkan, “ singkat Ipda Azhara.

Sementara itu, unit pidana umum kejaksaan negeri Rejang Lebong Nurdianti dari adegan yang diperankan tersangka,saksi dan korban yang dipertankan anggota polisi sudah memenuhi penerapan pasal 338 subsider 351 ayat tiga.

“Dari adegan tadi 18 adegan akan tetapai kita tambahkan 5 atau 6 item untuk memperjelas pembunuhan yang dilakukan teman sepermainan tersebut, “ singkat Nurdianti.(HS-06)