Gress Selly : Suara Fauzi Amro Diduga Menggelembung

530
FOTO : NET
Ilustrasi
Advertisement

Abdul Aziz : Silakan Saja Tidak ada Masalah

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Gress Selly selaku lawyers dari Caleg DPR RI Dapil 1 Sumsel Partai Nasdem nomor urut 1, Hj Mafhilinda Oesman meminta KPU transparan dan menjalani sesuai aturan. Dia meminta hasil perolehan suara caleg khusus nya DPR RI untuk tidak dilakukan penambahan atau pengurangan, mesti sesuai dengan C1.

“Faktor adanya penggelembungan suara ditingkat PPK Kecamatan Muara Rupit, Muara Kelingi, Karang Dapo, Ulu Rawas dan Rawas Ulu, penambahan perolehan suara kurang lebih 8911 suara,” kata Gress Selly.

Hal itu diketahui, setelah pihaknya melakukan investigasi data, dimana terjadi perubahan suara dari C1 ke DA1, suara yang dirubah yakni suara Caleg Nomor urut 8 dari partai Nasdem H Fauzi Amro dari 3672 berubah menjadi 6359 suara.

“Penyelenggara pemilu yang melakukan penambahan suara untuk caleg DPR RI nomur urut 8,” ungkapnya.

Pihaknya sudah melakukan perintah KPU yakni melakukan penyandingan data miliknya dengan data Bawaslu. Pencocokan C1 dengan C1 milik Bawaslu begitu juga DA1 miliknya dengan DA1 Bawaslu.

“Ternyata DA1 kami sama dengan Bawaslu, nah seharusnya hasil dari DB1 hasil dari DA1, namun itu terjadi perubahan,” terangnya.

Dengan temuan itu, maka Bawaslu Provinsi merekemondasikan KPU Muratara melalui KPU Provinsi Sumsel untuk melakukan pencocokan data C1 salinan dengan model DA.

“Tetapi disayangkan KPU Provinsi ngotot tidak mau merekomendasikan KPU Muratara untuk menyandingkan data, padahal sudah tahu persis, bahwa data itu terjadi penambahan suara,” ujar Gress.

Kemudian pihaknya melanjutkan laporan ke Bawaslu RI, DKPP, karena itu ada indikasi tindak pidana, sesuai UU nomor 7 tahun 2017.

“Menambah atau mengurangi perolehan suara orang disertifikat C1 maupun DA1 itu adalah tindak pidana, dan kami akan menindaklanjutinya sesuai pidana, bukti-bukti sudah diberikan ke Bawaslu Provinsi, dan akan melakukan kajian hukum, baru nanti diserahkan ke Sentra Gakkumdu,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, tim advokasi Fauzi Amro, Abdul Aziz menegaskan, pihaknya menghormati semua proses dan mekanisme yang diberikan Undang-Undang bagi siapa pun yang akan melakukan upaya hukum, karena itu dijamin oleh Undang-Undang. Terhadap perolehan suara dapil sumsel 1 DPR RI itu sudah clear. “Tadi sudah disahkan oleh KPU RI sekira pukul 23.00 alhamdulilah tidak ada perubahan dari Formulir DC1, alhamdulilah Fauzi Amro adalah Caleg DPR RI terpilih dari Nasdem,” tegasnya.

Terkait upaya hukum atas penetapan KPU RI nanti, sambung dia, pihaknya menghormati itu, silakan saja tidak ada masalah.

Mengenai persolan di KPU Muratara dalam Rekapitulasi DPR RI tidak ada masalah, dalam Rapat Rekapitulasi KPU Provinsi ketua KPU Muratara telah menjelaskan bahwa dalam Proses Rekapitulasi DPR RI tidak ada keberatan-keberatan dari saksi-saksi Parpol, termasuk nasdem sekali pun. Sehingga sesuai dengan PKPU No. 4 tahun 2019 ketika tidak ada saksi yang keberatan, tidak ada formulir DB2-KPU di Muratara, secara Formil dan Materil Pleno KPU Muratara khususnya Rekapitulasi DPR RI clear.
“Tidak ada Formulir From DB2-KPU untuk DPR RI di Muratara,” pungkasnya. (HS-02)