Satu Untuk Semua

Guru Dimata Seorang Modeling Ardella Hariyanto

“Guru Adalah Orang Tua Kedua”

Silampari Online,

Setiap tahunnya bangsa kita selalu memperingati hari guru nasional (HGN), lalu bagaimana tanggapan generasi muda saat ini, mengenai peran serta guru di zaman milenial yang sedang kita jalani bersama. Berikut tanggapan dari Ardella Hariyanto seorang modeling Lubuklinggau yang telah banyak mengukir prestasi.

Elpan Juniardi – Lubuklinggau.

Gadis yang lahir di Lubuklinggau 6 Agustus 2000 silam, merupakan mahasiswi STIE Mura Lubuklinggau dan telah banyak mengukir prestasi dibidang modeling. Baru baru ini ia dinobatkan sebagai pemenang juara media sosial diajang Duta Harian Silampari.

Ditanyai tentang “Guru” oleh penulis, gadis cantik ini, langsung mengiyakan dan menjawab semua pertanyaan yang diberikan.

“Menurut saya guru adalah profesi seseorang yang bertugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi anak didik,”kata wanita yang akrab dipanggil Adel ini.

Bahkan gadis yang memiliki hobi makeup dan fashion ini menceritakan kenangan semasa menjadi pelajar di SMAN 1 Lubuklinggau. Ia memiliki seorang guru favorit , karena guru tersebut sering memberikan kata kata motivasi sehingga ia selalu semangat menjalani kehidupan sehari-hari.

“Namanya Pak budi,dia menjadi guru favorit saya karena suka memberikan kata-kata memotivasi kepada saya,”ujarnya.

Adel mengajak, semua pelajar untuk selalu patuh dan menghargai seorang guru, karena gurulah, pelajar bisa membaca,menulis, bekerja dan menjadi orang yang sukses. Selain itu,lanjutnya, ilmu yang didapatkanpun akan menjadi berkah dan bermanfaat.

Setiap 25 November bangsa Indonesia memperingati HGN. Menurut Adel, tanggal tersebut sebagai bentuk penghargaan dan wujud terimakasih kepada seluruh guru yang telah mendidik serta menciptakan generasi-generasi penerus bangsa .

Gadis yang bercita cita menjadi modeling internasional ini, memiliki harapan seluruh guru yang ada dibangsa ini mendapatkan amal pahala karena tugas mulia mereka dalam menjadikan orang yang cerdas. Serta terus memberikan ilmu yngg bermanfaat kepada anak murid, untuk menciptakan para penerus bangsa.

Meskipun Adel, tidak tidak bercita-cita menjadi seorang guru, namun ia mengakui menjadi seorang guru sangat menyenangkan karena bisa ketemu sama anak murid mengenal berbagai karakter anak dan dapat mengajarkan hal hal yang berguna.

“Paling, tidak enaknya menjadi guru, ketika menghadapi murid yang bandel dan nakal,”katanya seraya tertawa.

Ditanyai, ada beberapa kasus, pelajar yang melaporkan gurunya ke polisi. Dengan sedikit bernada ketus, Adel dengan tegas menyuruh orang tua yang tidak mau anaknya dibina dan dididik, untuk membuat sekolah sendiri.

“Ya jika murid melanggar, harus menerima konsekuensi dong, guru itu orang tua kedua kita, wajar jikalau dirinya menegur atau marah jika memang kita salah, bukan dengan cara melaporkan ke polisi,”tegasnya.

Diakhir Wawancara, Adel mendoakan semua guru untuk tidak patah semangat dalam mencerdaskan anak bangsa. Meskipun banyak halangan dan rintangan. Namun itulah guru, sosok pahlawan tanpa tanda jasa.(*)

Komentar
Loading...