Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu

  • Whatsapp
<small> <div style="text-align:right;">FOTO : FAHRUROZI/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>PASAR : </strong>Suasana di kawasan Pasar Pulo Emass Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Rabu (12/6).

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Pasca hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, harga sayur di Pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang melambung.

Muat Lebih

Selain stok sedikit, sayur-mayur ternyata banyak diburu kaum ibu untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Tentu saja kenaikan harga pada sayur-mayur, dikeluhkan para ibu rumah tangga. Seperti halnya sayur Lumay atau Lumai (Leunca), biasa dijual Rp 2 ribu perikat, sekarang harga sayur yang bercita rasa pahit yang satu ini mencapai Rp 5 ribu perikat. Selain mahal, ikatan sayuran juga semakin kecil. Hal serupa dialami sayur kangkung, kubis dan buncis. Kenaikan mencapai 100 persen lebih.

Tidak hanya sayur-mayur, cabai merah juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya Rp 80 ribu per kilogramnya sekarang mencapai Rp 100 ribu per kilogramnya.

“Cabai merah juga ikut naik, tadi sudah mencapai Rp 100 ribu perkilo nya,  jadi beli satu ons saja,” kata salah seorang warga Tanjung Beringin, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Meri kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).

Selanjutnya Meri menjelaskan, kenaikan cabai sudah terjadi setiap tahun dan setiap sehabis lebaran, namun kenaikan sekarang lebih tinggi makanya para ibu-ibu kaget saat berbelanja di pasar.

“Biasa kalau habis lebaran naik semua,tapi ini tinggi sekali naiknya,” ungkapnya.

Namun demikian Meri mengaku masih mengkonsumsi sayur dan cabai meskipun harga selangit. Pasalnya anggota keluarga bosan makan daging yang kebanyakan dihidangkan saat lebaran.

“Meskipun mahal,kami liat tadi ramai yang beli, makanya berharap besok bisa normal kembali,” kata dia.

Hal senada disampaikan Uni Ida, selaku pemilik rumah makan mengeluh akibat kenaikan bahan baku sayur-mayur, sehingga harga di rumah makannya harus menyesuaikan harga di pasar.

“Ada saja pembeli yang komplain biasa nasi bungkus Rp 20 ribu, kini harus dijual Rp 25 ribu. Harapan kami bisa kembali normal seperti semula,” tukasnya. (HS-05)

banner 468x60