Satu Untuk Semua

Janda 3 Anak Tewas Dibunuh

TERIAKAN Amir (17) Senin (12/3) sekitar pukul 11.00 WIB memecahkan keheningan di pemukiman RT 04 Kelurahan Mesat Jaya Gg Ansor Kecamatan Lubukkinggau Timur II, Kota Lubuklinggau. Siang itu, Amir baru saja pulang sekolah melihat darah berceceran di jalan menuju depan rumahnya. Yang paling mengejutkan lagi, Amir mengetahui ibunya Rafaena Wati alias Puk bt (40) ditemukan tewas dengan bersimbah darah di dalam rumah. Jasad janda tiga anak itu ditemukan dengan posisi terlentang diambal depan pintu kamar dipenuhi darah. Hasil visum et revertum di tubuh korban ditemukan sejumlah luka sekeliling leher. Yakni di bagian leher depan, leher belakang, dibagian leher samping. Ada juga luka di bagian payu dara, bagian bahu belakang dan pada bagian telapak tangan.
“Anaknya pulang (Amir, red) buka pintu, melihat darah sudah berceceran,” cerita Samsu (58), tetangga korban.
Korban diketahui memiliki tiga anak. Pertama anak perempuan bernama Cindy (24) yang baru saja menikah, kedua Amir (17) dan Michael (13). Kesehariannya, korban Ibu rumah tangga, tinggal bersama dua orang anaknya yakni Amir dan Michael. Sedangkan anak pertamanya yakni Cindy setelah nikah tinggal dengan suaminya sejak 24 Februari lalu. Sementara korban sudah bercerai dengan suaminya.
“Anaknya (Amir) melihat itu teriak-teriak dan memanggil warga,” jelasnya.
Setelah dilihat bersama-sama dengan warga, korban sudah tewas di ruang tamu, tergeletak dengan posisi terlentang depan pintu kamar. Kondisi rumah banyak darah berceceran hingga ke jalan.
Tak lama berselang, warga menghubungi pihak kepolisian yang turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipimpin Kasat Reskrim AKP Ali Rozikin. Selanjutnya, korban dievakuasi dari TKP dan dibawa ke kamar jenazah RS Dr Sobirin untuk dilakukan visum et revertum.
Menurut Yanti (25) warga sekitar rumah korban mengaku saat melihat Amir pulang sekolah sudah ada pikiran yang tidak enak. Sebab, darah berceceran hingga ke tangga naik ke atas dari rumah korban. “Saya lihat langsung Amir pulang sekolah. Tepat di tangga itu menuju arah rumahnya itu, ia melihat darah berceceran,” cerita Yanti.
Kemudian, Amir menuju ke rumahnya dan tepat di depan pintu melihat darah dimana-mana hingga ke dinding tembok. Saat itu, Amir langsung masuk dan melihat kondisi ibunya yang sudah tidak bernyawa lagi.
Ditambahkan Randi (37) warga setempat yang ikut membawa korban ke Rumah Sakit Sobirin mengaku melihat kondisi almarhum, lehernya hampir putus.
“Bukan tusuk dek tapi, dibantai. Kalau ditusuk pasti ada bekas tusukannya. Tapi, ini tidak dari ujung ke ujung lehernya hampir putus,” ucapnya.
Sementara itu, Amir (17), anak kedua korban menjelaskan, dirinya kemarin pagi sebelum berangkat ke sekolah sekitar pukul 07.00 WIB diminta korban agar tidak membawa Handphone (HP). Almarhumah juga sempat meminjam HP untuk membuka facebook (FB).
“Tadi pagi minjam, buka facebook di HP. Terus mamak ngasih tahu supaya dak usah bawak HP,” cerita Amir.
Menurut Amir, sosok Ibunya selama yang dia ketahui tidak pernah ada persoalan atau masalah didalam kesehariannya. Bahkan sebelum kejadian tidak ada ribut-ribut antara ibunya dengan siapapun.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar kepada wartawan membenarkan adanya peristiwa mengakibatkan korban meninggal dunia. Korban ditemukan tewas dalam rumah dengan kondisi luka cukup parah.
Kapolres mengaku masih mendalami kasus tersebut dan tengah melakukan penyelidikan.
“Yang jelas ada sebuah peristiwa, apakah itu pembunuhan, apakah orang bunuh diri. Nah itu dalam penyelidikan,” jelasnya.
Kakak kandung korban, Suparman (47) saat ditemui di rumah duka mengaku dirinya baru datang dari Padang Ulak Tanding (Bengkulu) ke Lubuklinggau. Lantaran mendengar kabar adiknya ditemukan tewas dalam rumah. Saat ditanya, Suparman tidak banyak memberikan jawaban. Dan terlihat dirinya masih berduka.
“Kami sembilan beradek, almarhumah anak bungsu. Aku anak ketujuh,” ungkapnya.
Sama halnya diungkapkan kakak perempuan korban Baiti. Sepengetahuannya, almarhumah selama ini tidak pernah bercerita apa-apa kepada dirinya. Dan terakhir bertemu diwaktu pernikahan anaknya Cindy.
“Wongnyo begaul. Terakhir ketemu pas nikah anaknyo kemaren,” timpalnya. (HS-07)

Komentar
Loading...