Jika Terbukti Politik Uang, Caleg Didiskualifikasi 

    437
    Advertisement

    Silampari Online,

    EMPAT LAWANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Empat Lawang, tidak akan segan-segan menindak para calon anggota legislatif (Caleg) yang terbukti memakai politik uang (Money politic), untuk menggaet suara pada pemilihan anggota legislatif, yang digelar 17 April 2017 mendatang.

    Ketua KPU Kabupaten Empat Lawang, Ali Alimin mengatakan, terkait berhembusnya desas-desus sejumlah oknum caleg yang bertarung pada pemilu mendatang di Kabupaten Empat Lawang, yang mulai mengiming-imingi para pemilih dengan sejumlah uang, pihaknya belum dapat membuktikan itu. Hanya saja, pihaknya pernah mendengar itu dan jika ada terbukti oknum caleg bermain politik uang, pihaknya tidak segan mendiskulifikasi caleg bersangkutan.

    “Kalau terbukti money politik, pasti didiskualifukasi. Meski demikian, tetap ada regulasinya mendiskulifikasi caleg tersebut,” ucapnya.

    Sejauh ini, informasi adanya tarif yang disiapkan para oknum caleg itu, masih bersifat desas-desus yang beredar di tengah masyarakat. Pihaknya kata Ali Alimin, akan bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemiluhan Umum (Bawaslu) Kabupaten Empat Lawang, untuk memantau itu.

    “Jadi belum pasti ada. Bisa saja mereka hanya menyebarkan desas-desus saja, tapi faktanya tidak ada. Atau bisa saja hanya menggaet simpati, agar masyarakat pemilih merapat dengan mereka, karena dianggap caleg berduit,” jelasnya.

    Lebih lanjut Ali Alimin menjelaskan, pada pelaksanaan Pemilu 2019 ini, pihaknya menargetkan angka partisipasi pemilih mencapai 70 persen. Angka tersebut masih dianggap rasional, karena sosialisasi pemilu tidak hanya KPU yang lakukan, para caleg juga gencar melakukan sosialisasi.

    “Mereka itukan maunya dipilih masyarakat. Sudah pasti mereka menyampaikan informasi tahapan-tahapan pemilu langsung ke masyarakat, termasuk cara mencoblos dan seterusnya. Bagi kami, ini sangat membantu, belum lagi bantuan dari kawan-kawan wartawan, melalui pemberitaan-pemberitaan di media massa,” tandasnya. (HS-05)