Kaji Ulang Kenaikan Pajak Mamin

Kepala Bidang Pemantauan dan Evaluasi Retribusi Daerah Empat Lawang, Dewi Sriwulan. Foto : Diah Anggraini/HS.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Empat Lawang  saat ini masih mengkaji kenaikan pajak retribusi bagi para pedagang makan minum (Mamin), yang  saat ini sedang diperbincangkan halayak ramai, khususnya di Palembang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Pajak dan  Retrubusi daerah, Aidil Yuliansah  melalui Kepala Bidang Pemantauan dan Evaluasi Retribusi Pendapatan Daerah, Dewi Sriwulan mengatakan, retribusi kenaikan pajak makan minum pendapatan para pedagang masyarakat, saat ini masih dikaji ulang.

“Untuk pajak makan minum sendiri di Empat Lawang masih belum ada dan kami harus mengkaji ulang sesuai dengan data, karena pendapatan masyarakat Empat Lawang, masih jauh  dibandingkan dengan kota-kota besar maupun kabupaten lain,” ungkap Dewi, saat di bincangi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/7/2019).

Dewi juga menambahkan penetapan perpajakan juga di sesuai kan dengan perekonomian masyarakat, Jika belum tercapai maka, belum dapat di tetapkan.

“Belum ada revisi dikami, kalau di Palembang sudah ada, jika memang perlu dan sesuai dengan pendapatan masyarakat masih dibawah standar makan minumnya, maka kami tidak akan mengeluarkan revisinya, karena harus dilihat dulu dari kesesuaian pendapat tan masyarakat itu sendiri,” terangnya.

Selain itu, Dewi juga mengatakan terkait dengan evaluasi kenaikan pajak makan minum di Empat Lawang, dimungkinkan ada perubahan serta penetapan tempat yang terkena pajak di tahun 2020 mendatang.

“Namun, itu juga kita kita evaluasi, dan di uji coba selama satu bulan, di sesuai kan dengan pendapat Tan perkapita dari pada masyarakat itu sendiri, sehingga menghasilkan nilai yang bisa di audit dan di laporkan,” tukasnya. (KHS-05)