Kakak beradik alami kelumpuhan sejak 2017

    1275
    FOTO : BADRI/HARIAN SILAMPARI
    LUMPUH : Nova Nuralili (9) terbaring Diyas kasur dan adiknya Emilia Erlina (4) duduk disampingnya Kakaknya ditemani ibunya Fitriyani (35) warga desa Suka Marga kecamatan Curup Selatan
    Advertisement

    Silampari Online,

    Lagi-lagi jiwa ini teriris sembilan ketika melihat Sebuah keluarga yang tinggal di didesa Suka Marga kecamatan Curup Selatan kabupaten Rejang Lebong hidup dalam kondisi menyedihkan.

    Dua putri Nova Nurlaili (9 Tahun) dan Emelia Erlina (4 Tahun) buah pernikahan Yusdianto alias Saimun (38 Tahun) dengan Fitriyani (35 Tahun) menderita lumpuh layu, tidak bisa berjalan dan beraktivitas layaknya anak seusianya sejak tahun 2017 lalu.Berikut Liputannya

    Badri – CURUP SELATAN

    Tak pernah terbayangkan jika Ujian dan cobaan menimpah keluarga kita,kedua kakak beradik ini hanya bisa tergeletak diatas kasur busa yang sudah usang dan tanpa penangan medis yang memadai dikarenakan kedua orangtuanya hanya petani penggarap sawah milik orang

    Fitriyani (ibu kandung) Nova dan Emilia menceritakan bahwa penyakit lumpuh ini diderita kedua anaknya sejak tahun 2017 silam dengan gejala awal seluruh badannya terasa sakit dan sering sakit perut sebelah kiri pada malam hari menjelang tidur

    ” tahun 2017 silam, seluruh badannya terasa sakit. Setelah dirawat di RSUD Curup, dokter ngasih rujukan untuk berobat ke RSUD M Yunus Bengkulu. Karena keterbatasan biaya terpaksa kami rawat di rumah saja,pak ” ungkap Fitri

    Tidak hanya Nova, gejala yang sama juga dialami anak bungsunya, Emelia Erlina yang saat ini sudah berumur empat tahun, namun belum bisa berjalan.Saat ini, kedua anaknya hanya bisa terbaring lemas di rumahnya. Nova yang dulunya ceria dan sudah duduk di bangku SD terpaksa berhenti sekolah.

    ” Setiap hari, Nova hanya terbaring di atas kasur ruang tengah. Jika malam hari sering menangis karena bagian perut sebelah kirinya terasa sakit dan keras,” ujar ibunya sambil sekali-kali menghapus air mata di pipinya

    Nova awalnya mengeluh sakit perut saat sedang belajar dikelas 1 SD setempat dan diantarkan pulang oleh guru kelasnya kemudian kami memeriksakan ke rumah sakit kemudian tak lama setelah itu Emilia juga mengalami gejala yang sama

    ” Jangankan untuk membawa kedua anak saya ke rumah sakit Bengkulu pak hidup sehari-hari pas-pasan,kalo untuk kartu KIS kami ada namun biaya selama disana yang kami pikirkan ” ujar Fitri mengibah

    Ramon Zamora (40 Tahun) kerabat Yusdianto mengatakan sebenarnya anak Yusdianto dan Fitriyani ada tiga orang. Namun anak pertamanya pada usia Empat tahun meninggal dunia karena menderita sakit serupa

    ” Anak pertamanya pada usia empat tahun meninggal dunia. Dengan gejala sakitnya menyerupai kedua anaknya sedang sakit saat ini,” kata Zamora.

    Zamora mengharapkan kepada pihak terkait, khusudnya pemerintah Rejang Lebong sebagai pengayom masyarakat agar bisa memberikan solusi dan bantuan biaya berobat.

    ” Kalau untuk berobat keduanya memiliki kartu KIS. Namun, untuk biaya dan kebutuhan sehari-hari mereka tidak punya. Orang tuanya hanya sebagai penggarap sawah orang lain” terang Zamora.

    Sementara itu,wakil Bupati Rejang Lebong H.Iqbla Bastari S.pd MM berencana hari ini (esok red) menyambangi rumah kediaman Yusdianto di Desa Suka Marga

    ” Besok (hari ini red) kita bersama dinas kesehatan,dinas sosial akan kesamaan melihat langsung kondisi keluarga Yusdianto dan keadaan kedua putrinya ” singkat Iqbal.(**)