Keluhkan Sistem Zonasi

  • Whatsapp
Kepala SMP Negeri 2 Tebing Tinggi, Sri Hartati
banner 468x60

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Penerimaan Peserta Didik Baru dengan sistem zonasi ternyata dikeluhkan beberapa sekolah di Kabuapaten Empat Lawang, terutama bagi sekolah yang kawasannya tidak banyak sekolah hingga membuat jumlah murid merosot.

Muat Lebih

banner 300250

Seperti yang dialami SMP Negeri 2 Tebing Tinggi, yang biasanya jumlah siswa baru setiap tahunnya mencapai lima hingga enam lokal saat ini hanya ada empat lokal saja itu pun tidak maksimal. Karena jumlah siswa baru hanya 104 orang sementara kapasitas perlokal lebih dari 30 orang.

“Ini artinya setiap lokal hanya 26 orang saja dan ini jauh dari jumlah sebelumnya yang mencapai enam lokal bahkan lebih setiap tahun,” kata Kepala SMP Negeri 2 Tebing Tinggi, Sri Hartati kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).

Sri menjelaskan, selain sistem zonasi yang menjadi salah satu penyebab merosotnya jumlah siswa baru, ini juga akibat belum adanya angkutan yang stanby untuk antar jemput anak di sekolah. Makanya dia berharap bus sekolah yang disediakan pemerintah bisa memberikan kemudahan bagi siswanya. “Kami juga siap meberikan insentif bagi sopir jika bisa mengantar dan jemput siswa kami. Karena kami nilai lebih penting dari pada sekolah lain yang berada ditengah kota, antar jemput bus sekolah,” katanya.

Diapun menyebut, prestasi sekolahnya tidak kalah hebat dengan sekolah lain di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, pada setiap tahun selalu menorehkan prestasi baik tingkat kecamatan bahkan kabupaten. Seperti lomba nari, lomba bernyanyi bahkan drumband.

“Alhamdulillah setiap kelas ada kegiatan ektrakurikuler, semua dapat juara bahkan baru baru-baru ini dapat juara di festival seni lomba bernyanyi, juara 1 tingkat kecamatan dan juara 2 tingkat kabupaten,” terang Sri.

Kembali kesoal siswa baru tadi, Sri mengaku pihaknya hanya mengandalkan sistem zonasi meskipun dibuka jalur prestasi namun tidak ada juga yang mendaftar, begitu juga soal Permendagri meskipun sudah diganti tetap saja todak merubah karena sistem penerimaan siswa sudah berjalan dan di tutup.

“Kedepan berharap aturannya bisa ditinjau agar tidak merugikan pihak sekolah, karena bukan hanya sekolah kami yang terdampak, sekolah lain yang jauh juga dipastikan sama sulitnya menerima siswa baru,” tukasnya. (HS-05)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60