*Kilas Balik Perjuangan H Alimin

94
FOTO : AAN/HARIAN SILAMPARI
H Alimin dan Hj Rita Kamalia
Advertisement

Dari Loper Koran Menjadi Pinca BRI

Rezeki, jodoh dan maut hanya Allah Swt yang mengetahui. Salah satunya H Alimin yang merupakan Pemimpin Cabang BRI Lubuklinggau yang hari ini memimpin upacara pagi yang terakhir kalinya sebab per 1 April 2019 ini sudah purna bhakti.

Aan Afriandi-Lubuklinggau

Sebagian banyak orang beranggapan orang yang sukses tersebut pasti dilatarbelakangi hidupnya yang serba kaya atau lain sebagainya. Ternyata, seorang Alimin memulai kariernya memang dari keluarga yang susah.

Ternyata lagi, dirinya beberapa tahun berkecimpung menjadi seorang loper korang di salah satu media di Sumatera Selatan yakni, Sriwijaya Post (Sripo). Entah kenapa, takdir berkata lain, berkat keyakinan, kerja keras dan terus berusaha serta tidak pernah lupa shalat, Alimin akhirnya bisa merubah hidupnya ke arah yang lebih baik lagi.

Justru dari kerasnya jalan hidup yang dilalui membuat Alimin memetik pelajaran berarti. Dan itu menjadi awal dirinya meraih kesuksesan hingga menjadi Pemimpin Cabang BRI Lubuklinggau dan hari ini juga sudah memasuki masa Purna Bhaktinya.

“Tidak mudah putus asa dan selalu bersungguh-sungguh dalam berusaha merupakan salah satu bagian meraih kesuksesan,”ungkap Pria yang juga pernah menjabat sebagai Pinca BRI Kota Pagar Alam ini.

Suami mantan Direktur Akademi Kebidanan (Akbid) Muara Enim , Hj Rita Kamalia Alimin menambahkan dirinya sebelum menjabat sebagai Pinca BRI Lubuklinggau juga pernah menjabat sebagai Pinca BRI di Aceh, kemudian ke Pagar Alam dan barulah dua tahun yang lalu, 2014 menjabat sebagai Pinca BRI Lubuklinggau.

“Saya juga tidak percaya bisa seperti ini. Semuanya itu berkat kegigihan dan tetap terus berusaha demi mencari kehidupan yang lebih baik dan jangan lupa tetap sabar dan melaksanakan segala perintahNya,”ungkap Alimin.

Dibalik kesuksesan itu, sambung Alimin juga didukung oleh seorang istri yang selalu memberikan semangat dan support. Hal utama untuk menuju kesuksesan itu dimulai dari keluarga.

“Tanpa keluarga kita juga kita mungkin tidak bisa mencapai kesuksesan ini. Keluarga adalah harapan yang paling besar. Kesuksesan seorang suami pasti ada orang tersayang dibelakangnya yakni, istri tercinta,”pungkasnya. (*)