Kopi Lada dan Karet Masih Mendominasi

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : NET</div></small>Ilustrasi

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Tiga jenis tanaman perkebunan milik masyarakat masih mendominasi antara lain, Kopi, Lada dan Karet.

Muat Lebih

“Kalau di Kecamatan Lintang Kanan, Muara Pinang, Pendopo, Pendopo Barat, Sikap Dalam, Ulu Musi dan Paiker, itu dominasi masyarakatnya mengelolah perkebunan Kopi dan Lada,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hamdan Zaini melalui Kabid Perkebunan, Robinson saat dibincangi wartawan di ruang tugasnya, Kamis (13/6/2019).

Sementara, kata Robinson, untuk perkebunan karet, itu banyak dikelolah masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi, Saling dan Talang Padang. “Untuk perkebunan sawit, dominasi pihak perusahan perkebunan,” terang dia.

Menurut Robinson, banyak tanaman perkebunan milik masyarakat, sudah cukup tua untuk dikelolah. Akibatnya, hasil produk perkebunan yang menjadi andalan masyarakat itu, tidak dapat dimaksimalkan.

“Seperti kopi misalnya, memang terjadi peningkatan luasan lahan pada 2019 ini, telah mencapai kisaran 61 ribu hektar yang dikelolah masyarakat, tapi hasil produksi justru menurun karena faktor tanaman yang sudah tua, disamping memang ada faktor lain,” jelasnya.

Sementara untuk produksi karet, selain tanaman banyak yang sudah tua atau tidak begitu produktif lagi, juga dipengaruhi harga jual karet tingkat petani yang belum begitu terjadi perbaikan yang signifikan hingga saat ini. “Kalau faktor budaya, setiap tahun masyarakar kita selalu membuka lahan baru untuk ditanami tanaman perkebunan, makanya peningkatan lahan perkebun masyarakat itu selalu meningkat setiap tahun,” terang dia.

Pihaknya lanjut Robinson, sangat memahami kondisi masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, yang sangat membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan perkebunan milik mereka, sehingga hasil produksi meningkat. Hanya saja, saat ini keterbatasan anggaran menjadi salah satu masalah yang pihaknya hadapi.

“Bukan hanya kita, tapi di Direktorat Perkebunan di pusat juga mengalami hal yang serupa karena keterbatasan anggaran, yang memang pada tahun ini cukup minim,” tukasnya. (HS-05)