Kosmetik Online Marak, BPOM Edukasi Generasi Milenial 

    158
    FOTO : AAN/HARIAN SILAMPARI
    Afdil Kurnia
    Advertisement

    Silampari Online,

    LUBUKLINGGAU – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lubuklinggau berencana untuk melakukan edukasi terkait dengan jual beli kosmetik online. Sasaran edukasi itu yakni kelompok generasi milenial atau genarasi muda saat ini.

    Kepala BPOM Lubuklinggau, Afdil Kurnia mengatakan saat ini kosmetik online tengah marak. Salah satu diantaranya jual beli online via media sosial (medsos) atau lewat aplikasi jual beli online. 

    “Sekarang sasaran terbaru kita itu adalah kaum-kaum atau kelompok-kelompok generasi milenial, generasi muda sekarang,” ujarnya.

    Genarasi milenial tersebut yakni anak remaja, anak SMP, SMA dan mahasiswa. “Itu kita sasar sekarang terkait kosmetik. Sekarang kan kosmetik online lagi marak. Nah mereka ini kan rata-rata mencari kosmetik yang murah. Rata-rata seperti itu,” katanya.

    Karena itu pihaknya akan melakukan edukasi. Itu dilakukan terhadap generasi milenial agar mereka bisa memilih kosmetik yang aman. 

    “Sekarang kan belanja online. Beli lisptik, parfum. Kita usahakan edukasi mereka, bagaimana mereka memilih kosmetik yang baik, yang aman, tidak sembarangan memilih kosmetik,” jelasnya.

    Selain itu, edukasi tersebut bertujuan agar generasi milenial sudah lebih dulu paham semisal kalau nanti ada yang punya usaha atau berkeinginan berniaga. “Akhirnya mereka berniaga kosmetik online. Nah kita coba akan edukasi nanti,” ucapnya.

    Lebih lanjut, pihaknya meminta generasi milenial untuk memilih kosmetik yang memang benar-benar sudah memiliki izin edar untuk diperdagangkan. “Jangan jadi sub distributir, sub sales, apalah dan kaki tangannya. Memperjual belikan kosmetik orang lian secara online tapi tahu-tahu kosmetik itu gak punya izin,” timpalnya.

    Sambung Afdil, akibatnya jika tertangkap akan ada hukumannya. “Ya kalau misalkan badan POM yang nangkap, kita biasanya ada pembinaan dulu, edukasi dulu. Tapi kalau ditangkap pihak penegak hukum lain, ya hulkuman lain, gak ada pembinaan,” tegasnya.

    Dalam hal tersebut pihaknya memang wajib lebih dulu membina. “Jadi masyarakat yang belum teredukasi, maka wajib kita bina dulu. Makanya kita coba kasih informasi ke mereka,” ungkapnya.

    Dan pihaknya membolehkan siapa saja untuk berdagang online terkait dengan kosmetik, obat-obatan tradisional atau
    makanan. “Makanya kita coba edukasi. Jangan sembarangan nanti. Sepertio nah ini kosmetik ini bagus, pemutih ini bagus, cream ini bagus, lipstik ini bagus, tapi tahu-tahu itu gak terdaftar di badan POM,” ujarnya.

    Afdil menambahkan, jika memperjualbelikan kosmetik tanpa izin edar maka akan ada pasal. “Pasalnya itu berat. Itu melanggar undang-undang kesehatan No 30 tahun 2009, pasal 197, itu sangsinya 15 tahun kurungan dan denda 1,5 miliar,” katanya.

    Pihak BPOM Lubuklinggau rencananya akan melaksanakan edukasi terhadap generasi milenial dengan berkoordinasi bersama Disdik dan Universitas. “Kita cari momen yang tepat. Nanti kerjasama dengan beberapa sekolah atau kampus,” pungkasnya.(HS-01)