Lahan Pertanian Rusak

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : BADRI/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>DATA : </strong>Tim pendataan dinas pertanian turun langsung ke lapangan untuk mendata kerusakan Infrastruktur pertanian dan lahan masyarakat sehingga gagal panen dampak dari tanah longsor dan banjir di desa Rimbo Recap kecamatan Curup selatan.

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Hingga kemarin Kamis (2/5) dinas pertanian dan peternakan (disnakan) kabupaten Terus mendata 6 kecamatan dari 15 kecamatan terdampak dari bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi sepekan terkahir.

Muat Lebih

Kepala disnakan RL Taman SP.M.si saat dikonfirmasi Kamis (2/5) mengatakan pendataan ini sudah dilakukan sejak Senin lalu di enam kecamatan yang terdampak dari Musiba banjir dan tanah lingsor,tidak hanya tanaman pertanian yang gagal panen akibat musiba tersebut termasuk juga sejumlah irigasi mengalami kerusakan.

“Enam kecamatan yang sudah kita data kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian yang mengakibatkan warga gagal panen yakni kecamatan Padang Ulak Tanding,Curup selatan,Bermani Ulu,Bermani Ulu raya, Curup Utara serta Curup timur.Hasil pendataan ini akan kita sampaikan ke pihak provinsi dan mengusulkan bantuan ke kementerian pertanian di pusat,” ungkap Taman.

Dirincikan Taman Kecamatan Curi Selatan desa Dusun Baru tembok pagar balai benih ikan Roboh sepanjang 20 meter dampak banjir dan longsor kerugian disinyalir mencapai Rp 200 juta,Dusun pungguk lalang gagal panen padi umur 2-3 bulan 5 hektar terdampak banjir dan longsor,jagung umur 2-3 bulan 1 hektar,kopi siap panen 5 hektar disapu banjir dan longsor, desa Tanjung dalam dan air Lanang sawah rusak 6,5 hektar.

Kemudian kecamatan Bermani Ulu desa Sukarami sawah rusak umur padi 7-40 hari seluas 5 hektar dampak banjir dan longsor, kecamatan PUT desa Belumai 2 irigasi primer rusak sepanjang 8 meter dampak longsor,sawah 15 hektar namun baru saja dipanen pemiliknya selebar 15 hektar dampak Longsor.

Selanjutnya kecamatan Curup Timur desa Kasambe lama sawah rusak 0,75 hektar dampak longsor,kolam 0,1 hektar dampak longsor,RJIT kurang lebih 15 meter,kolam air deras Klp Serumpun 8 unit 500 kg dampak Longsor.

Kecamatan Curup Utara desa Lubuk Kembang sawah rusak 10 hektar dampak banjir,desa Batu Panco sawah rusak 3 hektar dampak banjir,desa dusun sawah sawah rusak 8 hektar dampak banjir,Desa Tanjung Beringin sawah rusak 1,5 hektar dampak banjir kemudian cabe dan tomat 0,5 hektar dampak banjir Desa Suka Datang sawah rusak 1,5 hektar dampak banjir desa Kota Pagu sawah siap panen.

2 hektar gagal panen akibat longsor,padi baru tanam 1,5 hektar dampak longsor,drainase RJIT hancur 75% didesa Kota Pagu akibat longsor,kebun kopi 5 hektar dampak longsor kebun cabai 0,5 hektar dampak banjir.Desa Seguring sawah rusak 4 hektar.

Irigasi rusak total sepanjang 40 hektar .kemudian desa Tasik Malaya 5 hektar,Desa Perbo sawah baru tanam 1 hektar dua kolam jaring apung 600 kg ikan nila hanyut dampak banjir kolam mas kerambah 500 ikan hanyut akibat banjir,Talang benih sawah rusak 8 hektar.

” Kerugian dari enam kecamatan tersebut mencapai Rp 851.000.000 dari data yang kita kumpulkan dilapangan sehingga nantinya kita akan usulan untuk mendapatkan bantuan dan mencari solusinya, ” tukas Taman.(HS-06)