Lantaran Sakit Hati, Guru Honor Dibacok

87
Advertisement

Silampari Online,

REJANG LEBONG — Pelaku pembacokan Renita Dewi (29) guru honor warga Desa Mojorejo Kecamatan Selupu Rejang, Da (40) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Da yang merupakan tetangga korban ini, terus menjalani pemeriksaan penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Rejang Lebong (RL).

Dari hasil pemeriksaan sementara, pengakuan tersangka kepada penyidik, aksi tersebut dilakukan secara spontanitas alias tanpa rencana sedikitpun. Karena kedatangannya pagi itu memang berniat untuk mengambil karung di rumah korban.

Sedangkan parang yang digunakan bukan dibawa untuk membacok, tapi memang merupakan alat untuk berkebun. Pengakuan tersangka sejauh ini aksi pembacokan dilakukan secara spontanitas. Tapi ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian dengan memeriksa saksi-saksi lainnya.

“Yang jelas, apapun alasan maupun alibi tersangka, aksinya tersebut tetap sebuah tindak pidana dan harus dipertanggungjawabkan,” tegas Kapolres RL AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan.

Sementara itu, dari pengakuan Da langsung yang sempat diwawancarai kemarin,Sabtu (27/4) aksi spontanitas tersebut dilakukan lantaran merasa sakit hati dan kesal dengan suami korban. Termasuk juga dengan orang tua korban yang diakuinya selama ini merupakan rekan kongsi membuka kebun cabe.

Sakit hati dirinya terhadap suami korban, tambah Da, bermula saat kejadian kebun cabe mereka yang sudah mulai berbunga dirusak hewan jenis simpai. Karena kejadian tersebut, suami korban marah kepadanya, termasuk orang tua korbanpun ikut marah seolah kesalahan murni ada padanya.

“Jadi saya merasa tidak dihargai oleh suami korban. Padahal saya ini umur jauh lebih tua dari dia. Ditambah orang tuanya seperti ikut-ikutan marah, karena kebun cabe dirusak simpai. Tapi saya hari itu (hari kejadian, red) datang kerumahnya tidak ada maksud untuk melukai, karena memang mau mengambil karung. Tapi entah mengapa saat dia berdiri mau mengambi karung, emosi saya tiba-tiba meluap,” kata Da sembari menunduk.(HS-06)